Oreo Mendukung Pendidikan 1.500 Anak Yatim di Indonesia

Tahap pertama Oreo bekerja sama dengan SOS Children's Village Indonesia menyalurkan bantuan untuk anak SD - SMA


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pendidikan memiliki peran yang sangat penting, sebagai bekal anak Indonesia untuk meraih mimpinya di masa depan. Meskipun begitu, kenyataannya masih banyak anak-anak yang belum memiliki kesempatan pendidikan yang sama, terutama anak yatim piatu yang tidak tumbuh dalam kasih sayang keluarga utuh. Berbagai tantangan kerap mereka hadapi, mulai dari keterbatasan finansial, hingga kurangnya dukungan emosional.

Memahami hal tersebut, pada bulan penuh keberkahan ini, Oreo sebagai brand unggulan dari Mondelez Indonesia, membuka rangkaian program bertajuk “Oreo Berbagi Serunya Berilmu.” Melalui program ini Oreo akan mendonasikan 2,5 persen keuntungan penjualannya untuk mendukung pendidikan dengan target total penerima manfaat 1.500 anak yatim piatu dan membantu mereka mewujudkan mimpi masa depan melalui penyerahan alat bantu belajar.

Zaenal Abidin, Direktur PT Mondelez Indonesia Manufacturing, menjelaskan Mondelez Indonesia, melalui brand Oreo, menyebarkan semangat kebaikan dengan menciptakan lebih banyak momen kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia. “Sebagai produk yang diproduksi di Indonesia, tepatnya di Cikarang, dan menjadi pusat produksi yang memenuhi kebutuhan 40 negara di Asia Pasifik, Timur Tengah, termasuk Jepang, Australia dan Selandia Baru, Oreo tumbuh berkembang bersama keluarga Indonesia selama 30 tahun. Kami berusaha memberikan berbagai keseruan yang dihadirkan dalam cemilan untuk menciptakan momen kebersamaan keluarga Indonesia,” jelas Zaenal, Senin (17/3/2025). Dengan bekal pendidikan, peluang untuk meraih kehidupan yang layak di masa depan.

Vivi Andriani, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengapresiasi program “Oreo Berbagi Serunya Berilmu”. Menurutnya, anak-anak sebagai generasi penerus, merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Oreo untuk membantu mewujudkan mimpi anak Indonesia, yang mana hal ini turut sejalan dengan program prioritas Kemendikdasmen dalam upaya pemenuhan hak dasar anak, khususnya pada bidang pendidikan.

Perihal pelaksanaan program, Anggya Kumala, Marketing Director Mondelez Indonesia, mengatakan program yang resmi diluncurkan pada Maret 2025 ini akan berjalan secara bertahap selama enam bulan dengan total target penerima manfaat sebanyak 1.500 anak yatim piatu.

Dalam pelaksanaan di tahap pertama ini, Oreo menggandeng SOS Children's Villages Indonesia sebagai partner untuk mendistribusikan donasi pendidikan bagi anak tingkat SD hingga SMA. Mereja tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mencakupBanda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Bali dan Flores. Bentuk donasi meliputi peralatan sekolah seperti laptop, tas sekolah, juga alat bantu belajar yang menjadikan proses belajar menjadi lebih menyenangkan dari Surya Institute.

Gregor Hadi Nitihardjo, Direktur National SOS Children's Villages Indonesia menyebutkan setiap anak berhak mendapatkan akses penunjang pendidikan yang baik, tak terkecuali bagi anak yang kehilangan pengasuhan orang tua. "Oleh karena itu, kami menghargai bantuan yang diberikan Oreo ini agar setiap anak bisa terus berani bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpinya,” ucapnya.

Senada dengan perwakilan SOS Children's Villages Indonesia, Prof. Yohanes Surya, Ph.D. selaku Founder Surya Institute dan Pencetus Metode GASING, mengatakan, pihaaknya antusias menjadi bagian dari program ini, terlebih donasi alat bantu belajar ini sejalan dengan visi lembaganya yakni memperkenalkan metode belajar matematika dan sains dengan cara yang menyenangkan sehingga menjadi lebih mudah dimengerti guna mendukung proses belajar yang menyenangkan di rumah.

“Proses belajar yang menyenangkan terbukti sangat efektif untuk membantu anak untuk lebih memahami mata pelajaran yang sering dianggap sulit, seperti pelajaran matematika. Berdasarkan data kami, melalui proses belajar dengan metode GASING yakni Gampang, Asik dan Menyenangkan, nilai rata-rata anak-anak meningkat dari 20% menjadi 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa proses belajar yang menyenangkan memang membantu anak untuk lebih memahami mata pelajaran,” ungkap Prof. Surya.

Nycta Gina selaku public figure dan Mom Influencer menjelaskan bagaimana ibu senantiasa berusaha membangun keseruan dalam keluarga, termasuk dalam momen belajar sehingga anak jadi lebih semangat saat belajar. “Sebagai konsumen setia Oreo, saya menyambut baik kegiatan ini terlebih.

Ke depannya, Oreo dan Mondelez Indonesia berharap bisa memperluas jangkauan program ini agar menginspirasi lebih banyak anak-anak untuk berusaha meraih mimpi, terlebih ketika anak-anak bisa merasa pengalaman belajar jadi lebih menyenangkan. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Oreo Mendukung Pendidikan 1.500 Anak Yatim di Indonesia. Please share...!

Back To Top