Samsung dan AMD Resmi Gandeng Tangan, Siap Ledakkan Era Baru AI
SEOUL (IndonesiaTerkini.com)- Dunia teknologi kembali diguncang. Samsung Electronics dan AMD resmi memperluas aliansi strategis mereka untuk membangun fondasi kecerdasan buatan (AI) generasi masa depan.
Kesepakatan besar ini ditandai lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) yang berlangsung di pusat manufaktur chip tercanggih Samsung di Korea Selatan, disaksikan langsung oleh CEO AMD Lisa Su dan petinggi Samsung Young Hyun Jun.
Bukan sekedar kerja sama biasa
ini adalah langkah besar menuju dominasi infrastruktur AI global. Samsung dan AMD akan berkolaborasi menghadirkan teknologi memori paling mutakhir, termasuk HBM4 — generasi terbaru High Bandwidth Memory — yang akan menjadi “otak kecepatan tinggi” bagi GPU AI terbaru AMD, yakni Instinct MI455X.
Teknologi ini bukan main-main:
- Kecepatan tembus hingga 13 Gbps
- Bandwidth mencapai 3,3 TB per detik
- Dirancang khusus untuk AI skala besar & data center masa depan
Dengan performa tersebut, sistem AI di masa depan akan mampu memproses data lebih cepat, lebih efisien, dan jauh lebih cerdas.
Tak hanya itu, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan memori DDR5 generasi terbaru untuk prosesor AMD EPYC “Venice”, yang akan menjadi tulang punggung komputasi server dan cloud modern.
Semua teknologi ini akan terintegrasi dalam platform raksasa AMD Helios — sebuah arsitektur skala rak yang dirancang untuk menghadapi ledakan kebutuhan AI global.
Menurut Lisa Su, masa depan AI tidak bisa dibangun sendirian. Dibutuhkan kolaborasi lintas industri untuk menciptakan inovasi yang benar-benar berdampak.
Sementara Samsung menegaskan bahwa mereka berada di posisi unik untuk mendorong batas teknologi memori demi mendukung roadmap AI AMD yang semakin ambisius.
Perlu diketahui, ini bukan pertama kalinya kedua raksasa ini bekerja sama. Hubungan mereka sudah terjalin hampir 20 tahun, termasuk dalam pengembangan teknologi grafis dan memori canggih sebelumnya.
Kolaborasi Samsung dan AMD ini bukan sekadar partnership biasa, ini adalah sinyal kuat bahwa perang teknologi AI global semakin panas, dan keduanya siap menjadi pemain utama di garis depan. (red/dri)
























