JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, emiten penyedia infrastruktur jaringan internet ini, berencana meluncurkan paket internet di April 2025. Harganya ramah di kantong konsumen lantaran dibanderol Rp100 ribu untuk kecepatan 200 Mbps.
Yune Marketatmo, Direktur Utama WIFI, mengatakan perseroan menargetkan jumlah pelanggan sebanyak 5 juta user di akhir tahun 2025 ini dan peluncuran produk ini merupakan bagian dari rencana bisnis perseroan menambah jumlah pelanggan.
Pasca disuntik dana segar oleh investor baru, yaitu Hashim Djojohadikusumo, Fadel Muhammad dan Arwin Rasyid.Tak hanya itu, Surge (WIFI) juga telah mendapat dana segar melalui entitas usahanya yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) yang bergerak di bidang telekomunikasi berhasil menerbitkan obligasi Rp600 miliar dan Surge (WIFI) sendiri telah menandatangani perjanjian kredit investasi senilai Rp978 miliar dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI.
Dengan fundamental dan keuangan yang solid, WIFI optimistis menjaring konsumen atau pelanggan di bisnis penyedia internet murah dan berkecepatan tinggi di Indonesia. Saat ini, WIFI telaah memiliki 200 ribu pelanggan.
Ekspansi bisnis yang resilience, terukur dan efisien membuat perseroan optimis bisa memberikan hal terbaik dalam pengembangan bisnis di sektor ini.“Terkait investasi memang memerlukan dana cukup besar, maka dari itu kredit investasi senilai Rp978 miliar dari BNI akan digunakan untuk membangun 700 ribu homepass atau jumlah rumah atau bangunan yang dapat dihubungkan oleh operator di suatu wilayah layanan,” ujar Yune Marketatmo, Kamis (20/3/2025).
Perseroan mengamati pemain-pemain di industri ini belum ada yang menjalankan bisnis dengan target di segmen menengah bawah. "Pengguna internet itu ada 220 juta dan itu mobile. Dan penetrasi di industri ini baru 15%. Artinya masih ada ruang 85 persen yang masih sangat terbuka lebar. Segmen menengah bawah ini terbuka lebar. Jadi engine of growth ini terbuka lebar. Asal kita sebetulnya tajam dan harus fokus ke masyarakat pengguna bawah teknologi. Nah ini yang jadi misinya kami," ujar Yune menjabarkan.
Perseroan mengidentifikasi jumlah rumah Indonesia itu ada 85 juta sebetulnya yang belum terlayani ini ada 70 juta rumah. Target WIFI untuk dapat menjangkau 40 juta user dalam 5 tahun kedepan di seluruh Indonesia akan secepatnya di eksekusi kalau formulanya. Yune menyampaikan perusahaan penyedia internet service provider (ISP) di Indonesia belum ada yang 10 juta pelanggan itu belum ada. Jumlah ISP di Indonesia sudah 1.300 perusahaan. Sebenarnya dari 1.300 itu semuanya dominasinya di top 10 itu. Itu urutan yang terakhir itu urutan 10 itu pelanggannya sekitar 50-an ribu. Jadi sekarang WIFI ini sudah ada di antara 10 besar ISP di Indonesia. “Nah nanti kalau WIFI bisa menambah lagi target tercapai 5 juta pelanggan itu sudah jadi top 3 besar pelanggan di Indonesia,” tutur Yune.
Pada kesempatan ini, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, mengatakan tantangan terbesar ISP adalah perizinannya tidak sama di setiap daerah yang cenderung menghambat para provider untuk berekspansi. APJII menaungi hampir 1.300 internet provider di Indonesia. Kalau bicara 10 tahun lalu, bicara perkembangannya sangat signifikan. Kenapa saya bilang signifikan, Karena kita lihat dari animo dari pengguna internet yang ada. pengguna internet sekarang 221 juta. 10 tahun lalu angkanya nggak segitu. Paling hanya sekitar di bawah 100 juta. "Begitu pula dengan para pengusaha juga di industri internet. Ini bisa dilihat bagaimana industri ini dalam 5 tahun terakhir sangat booming. 5 tahun lalu kurang lebih pengusaha internet hanya sekitar 500 perusahaan, bahkan kurang. Sekarang sudah 1.300. Jadi dalam waktu 5 tahun saja pertumbuhan pengusaha internet itu bertumbuh sangat signifikan di daerah-daerah," ujar Arif menambahkan.
Jadi ini sebuah barometer bagaimana memang industri ini, industri yang sedang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. Internet semakin diminati oleh seluruh segmen ekonomi masyarakat.Berdasarkan survei APJII di 2024, layanan internet yang paling dianggap affordable oleh masyarakat Indonesia itu berkisar Rp100-150 ribu. “Maka saya bilang disinilah kita juga di APJII ini mendorong bukan hanya pemerataan internet juga ke seluruh masyarakat. Tapi bagaimana juga kita mendorong para provider yang memang diharapkan bukan hanya murah, tapi juga memiliki kapasitas yang besar. Sehingga ke depan, masyarakat kita dapat menikmati layanan internet dengan maksimal. Mengikuti perkembangan teknologi yang ada dengan maksimal juga. Kita harapkan dengan adanya itu, tadi kalau dibilang internet is human right, saya rasa itu benar juga,” kata Arif.
APJII mendorong para pelaku industri internet meningkatkan layanan, jangkauan, kualitas dari layanan. “Sehingga kita berharap ke depan Indonesia juga dapat masyarakat menikmati layanan internet dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia benar-benar dapat terhubung nyata,” pungkas Arif. Harga saham WIFI sejak awal tahun ini hingga 21 Maret 2025 (year to date) melonjak sebesar 374,39% atau menjadi Rp1.945. (ym)
Thanks for reading Genjot 5 Juta Pelanggan, Surge Bakal Rilis Produk Internet Seharga Rp100 Ribu/200 Mbps. Please share...!