CBI Luncurkan Income Predictor Debitor Insight untuk Mendukung Pertumbuhan Kredit Digital di Indonesia

Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan Income Predictor dan Debtor Insight, dua solusi inovatif yang dirancang untuk meningkatkan akurasi penilaian kredit, memitigasi risiko penipuan, serta memperluas akses terhadap pinjaman yang aman dan bertanggung jawab di seluruh Indonesia


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan Income Predictor dan Debtor Insight, dua solusi inovatif yang dirancang untuk meningkatkan akurasi penilaian kredit, memitigasi risiko penipuan, serta memperluas akses terhadap pinjaman yang aman dan bertanggung jawab di seluruh Indonesia.

Peter Sugiapranata, Chief of Sales CBI, menjelaskan bahwa didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), kedua produk ini memberikan wawasan kredit yang berkualitas dan dapat langsung diterapkan oleh lembaga keuangan serta penyedia layanan pinjaman berbasis fintech. Dengan solusi ini, lembaga keuangan dapat menjangkau konsumen yang masih minim akses ke layanan perbankan, termasuk mereka yang memiliki sedikit atau bahkan tanpa riwayat kredit, sambil tetap mematuhi regulasi keuangan di Indonesia.

Income Predictor dari CBI menggunakan analisis canggih untuk memperkirakan tingkat pendapatan secara akurat, bahkan bagi peminjam dengan riwayat kredit terbatas. Model ini mampu memprediksi rentang pendapatan mulai dari Rp2,5 juta hingga lebih dari Rp10,5 juta, memungkinkan lembaga keuangan menawarkan pinjaman yang dipersonalisasi dengan manajemen risiko yang lebih baik. Dengan demikian, jumlah pinjaman dan suku bunga dapat disesuaikan berdasarkan kondisi keuangan peminjam yang sebenarnya.

Selain itu, solusi ini membantu mengurangi kredit macet, meningkatkan kesehatan portofolio kredit, serta meminimalkan risiko bagi peminjam berisiko tinggi. Dengan memperluas akses ke kredit yang lebih aman, Income Predictor juga berkontribusi dalam mendorong inklusi keuangan, memberikan akses kredit yang lebih adil dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta yang belum tersentuh layanan perbankan.

Sementara itu, Debtor Insight hadir untuk mengatasi tantangan dalam pinjaman digital, seperti penipuan dan pencurian identitas. Dengan akses langsung ke data biro kredit yang terverifikasi, solusi ini memungkinkan pemberi pinjaman mengautentikasi identitas peminjam secara real-time melalui verifikasi nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta konfirmasi alamat tempat tinggal terbaru. Dengan teknologi ini, lembaga keuangan dapat mengurangi penipuan dalam proses onboarding serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi Know Your Customer (KYC) dan kebijakan anti-penipuan. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan kredit yang lebih cerdas dengan tingkat risiko yang lebih terukur.

"Akses terhadap data kredit yang akurat dan dapat langsung diterapkan merupakan perubahan besar bagi industri keuangan Indonesia. Dengan Income Predictor dan Debtor Insight, kami membantu lembaga keuangan mengambil keputusan pinjaman yang lebih cerdas, tidak hanya dengan mengurangi risiko penipuan dan gagal bayar, tetapi juga dengan memperluas akses keuangan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab di seluruh Indonesia," ujarnya.

Inovasi terbaru dari CBI ini secara resmi diperkenalkan dalam acara AFPI Power Breakfasting yang diselenggarakan bersama oleh CBI dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 17 Maret 2025. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading CBI Luncurkan Income Predictor Debitor Insight untuk Mendukung Pertumbuhan Kredit Digital di Indonesia. Please share...!

Back To Top