Tren Arus Petikemas TPS Naik 2%

254
(Ki-Ka) M.Soleh, Public Relation PT TPS bersama Vice President PT TPS, William Khoury di saat memaparkan pencapaian PT TPS Tahun 2016, Kamis (2/2/2017)

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Arus petikemas ekspor impor selama tahun 2016 melalui PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) secara total naik 1,6% dari tahun 2015. Rinciannya, internasional mencapai 1.241.225 Teus, dan domestik 156.203 Teus.

“Capaian ini merupakan hasil kerja seluruh karyawan TPS yang telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan dukungan semua pihak,” kata Dothy, President Director PT TPS, sebagaimana disampaikan Humas PT TPS, M.Soleh, Kamis (2/2/2017).

“Kami akan terus melakukan perbaikan diberbagai aspek pelayanan. Seperti layanan pengurusan dokumen dan customer service, kami buka tiap hari 24 jam, dimana sebelumnya hanya mulai pukul 08.00 hingga pukul 20.00,” tambahnya.

Disebutkan, saat ini TPS telah melakukan perubahan elektrifikasi Container Crane (CC) dari diesel ke motor listrik. Dua dari 9 unit CC yang dimiliki TPS, yaitu CC 01 dan CC 10, telah bertenaga listrik, dan selebihnya akan menyusul tahun ini.

Selain itu, pendalaman kolam pelabuhan di dermaga internasional juga telah direalisasikan pada tahun 2016 lalu. Kolam yang semula -10,5 LWS menjadi -13 LWS, sehingga sekarang kapal dengan draft hingga -12 LWS dapat dilayani.

“Elektrifikasi CC yang ada di TPS tersebut dalam rangka mendukung kehadiran 3 unit CC baru, yang saat ini sedang dilakukan proses unloading, dan diharapkan pada awal maret 2017 sudah dapat dioperasikan setelah proses testing dan comisioning,” kata William Khoury, Vice President PT TPS.

“CC tersebut memiliki spesifikasi paling tinggi dibanding CC lain yang ada di semua terminal di Pelabuhan Tanjung Perak,” tambahnya.

Tiga unit crane baru tersebut dapat melayani kapasitas kapal petikemas yang lebih besar. Jika pada umumnya crane di Tanjung Perak hanya dapat menjangkau 13-14 row, dan twin lift dapat melayani hingga 16 row. Jangkauan itu memungkinkan TPS melayani kapal berkapasitas hingga 3.000 TEUs.

Selain 3 unit CC baru, TPS juga akan mulai mengganti proses transaksi pembayaran layanan jasa petikemas dan dermaga ke online, sehingga tidak ada lagi transaksi manual.

Melalui Fastpay, pengguna jasa akan semakin mudah dalam melakukan pembayaran jasa kegiatan lapangan untuk forwarder dan kegiatan dermaga untuk shipping agent. Pembayaran jadi lebih praktis, lebih mudah, lebih cepat dan tepat.

Juga, tidak perlu lagi mengisi berkas-berkas fisik secara manual, tidak perlu mengirim petugasnya ke kantor TPS untuk mengurus pembayaran. Pengembalian dana ke rekening Fastpay secara otomatis saat TPS menerbitkan invoice (WD).

Sejak berdiri dan telah melayani para pengguna jasa petikemas selama 18 tahun, PT TPS terus melakukan pembenahan untuk bisa memenangkan persaingan bisnis di masa depan. Salah satunya yang akan dilaksanakan pada April 2017 melakukan Rebranding.

“Peremajaan ini merupakan langkah progresif yang menjadi momentum menuju semangat baru PT TPS baru yang lebih agresif, meningkatkan kecepatan kerja, fokus dan lebih siap menghadapi persaingan dalam bisnis bongkar muat petikemas,” kata Soleh.

Diungkapkan, persaingan terminal operator saat ini semakin tinggi, baik kualitas maupun kuantitasnya. Namun, TPS sudah mulai bergerak cepat dengan melakukan perubahan mengikuti kebutuhan bisnis ini.

“Untuk saat ini fokus di pelayanan dan fasilitas. Kami akan terus mengoptimalkan seluruh aset, baik itu aset Softskill maupun hardskill,” paparnya.

Ditambahkan, untuk tanggung jawab sosial lingkungan (CSR), selama tahun 2016 TPS diantaranya mengadakan pernikahan massal, menggelar servis motor gratis, menggelar pameran UKM binaannya, dan membantu 2 Unit Toilet Container ke Pemkot Surabaya.

Selain itu juga mengadakan pelatihan dan bakti sosial di Lapas Perempuan Malang dalam acara Hari Perempuan lntemasional, Operasi Pasar Sembako Murah, takjil gratis untuk sopir, buka bersama dengan anak yatim piatu dan pensiunan.

TPS juga membantu container fasum di Taman Balekambang Solo dan 2 unit container feefer untuk nelayan di Pemkab Trenggalek. (dri)

BAGIKAN