Tekan Laju Inflasi, BI Jatim Mengkaji Pembentukan BUMD Pangan

1537
(Kiri) Difi Ahmad Johansyah, Kepala BI Perwakilan Jawa Timur di sela acara BI Bincang Bareng Media (BBM), Rabu (25/1/2017)

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur masih mengkaji pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan. Karena, BUMD akan menjadi pusat dagang komoditas dan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menahan laju inflasi.

Kepala BI Perwakilan Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, dengan adanya BUMD Pangan petani diharapkan pula bisa semakin tertarik bertani karena produksi dengan harga yang terjamin dan otomatis ditampung BUMD.

Menurutnya, BUMD akan menjadi pusat dagang komoditas dan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menahan laju inflasi, sebab saat ini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim masih mengandalkan operasi pasar untuk menjaga harga komoditas.

“Seperti harga cabai yang sempat melambung. Saat ini harganya berhasil ditekan dengan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog Divre Jatim dengan pasokan hingga sebesar 6 ton. Tapi tidak bisa terus mengandalkan Bulog dengan operasi pasarnya yang hanya memiliki dampak sementara,” ujarnya, di Acara BI Bincang Bareng Media (BBM), di Noach Cafe and Bistro Pregolan Surabaya, Rabu (25/1/2017).

Ia berharap, dengan adanya BUMD pangan semua pasokan komoditas pangan bakal melimpah. Rantai distribusi juga bisa dipotong, serta harga bahan pangan menjadi lebih murah.

“Ke depan bakal diterapkan daerah surplus harus menyuplai daerah minus,” tutupnya. (dri)

BAGIKAN