SDM Jadi Tantangan Transformasi Digital

99

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Di tengah maraknya era disrupsi teknologi, setiap perusahaan dituntut untuk segera melakukan transformasi digital. Langkah transformasi digital dinilai mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi. Namun, langkah transformasi digital harus melewati tantangan berupa merubah mindset SDM (Sumber Daya Manusia).

Mencermati, tren transformasi digital, Asia Corporate Innovation Summit 2017 pun digelar. Mengusung tema Digital Transfromation: From Strategy to Execution, ajang ini diharapkan mampu mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mulai melakukan transformasi digital.

Managing Director and Chief Innovation Officer of DBS Bank Neal Cross mengatakan, hambatan untuk melakukan transformasi digital bukan terletak pada teknologi, tetapi bagaimana mengubah mindset manusia (SDM) untuk segera mengubah pemikiran menyambut era digital saat ini. Hal ini dibutuhkan usaha yang terus menerus, sehingga transformasi digital bisa segera terwujud.

“Saya pikir salah satu hambatan dalam transfromasi digital bukan terletak pada teknologinya, tetapi pada mindset SDM atau orang-orangnya. Sehingga, dibutuhkan kemauan yang keras dari perusahaan untuk bisa membaca tren masa kini,” kata Neal dalam acara Asia Corporate Innovation Summit 2017 di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Sementara, berdasarkan proyeksi lembaga riset International Data Corporation (IDC), persentasi perusahaan secara global yang melakukan transformasi digital akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2020, dari 22% saat ini menjadi 28% pada 2020.

Tidak hanya itu, lembaga riset Gartner juga melaporkan, alokasi anggaran untuk digitalisasi pun meningkat dari 18% pada 2017 menjadi 28% pada 2018. Untuk perusahaan-perusahaan besar, peningkatannya sebesar 34% pada 2017, dan akan menjadi 44% pada 2018.

Chairman Asia Corporate Innovation Summit 2017 Indrawan Nugroho mengungkapkan, berdasarkan temuan itulah, maka banyak perusahaan kini melakukan upaya transformasi digital. “Saat ini hampir semua perusahaan bicara transformasi digital. Mereka tahu betul bahwa mereka harus segera bertransformasi. Sayangnya banyak dari perusahaan-perusahaan tersebut tidak tahu bagaimana cara melakukannya dengan baik. Ajang ini diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan untuk segera bertransformasi,” ujar Indrawan.

Indrawan melanjutkan, terlepas dari tingginya antusiasme perusahaan-peruahaan untuk melakukan transformasi digital, lembaga riset Forrester melaporkan, ternyata hanya sekitar 27% perusahaan yang memiliki strategi digital yang konkret dan koheren. “Transformasi digital adalah perubahan mendalam atas proses, kompetensi dan model dari sebuah bisnis atau organisasi dalam rangka memanfaatkan daya ungkit yang dihasilkan dari bauran teknologi. Kita harapkan supaya perusahaan mampu melakukan transformasi digital yang tepat untuk menjawab tuntutan pelanggan di era digital saat ini,” tandas Indrawan. (sd)

BAGIKAN