SAP dan Oxford Economics Buktikan Manfaat Keberagaman Ras dan Budaya bagi Kemajuan Perusahaan

651

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE (NYSE: SAP) dan Oxford Economics hari ini, Kamis (3/11/2016) merilis temuan penelitian baru di Tech Inclusion 2016 Conference, menunjukkan bahwa mayoritas pemimpin perusahaan AS yang berhasil dalam ekonomi digital memiliki sikap lebih terbuka terhadap dampak positif dan peningkatan keuangan yang dibawa oleh keberagaman tenaga kerja pada bisnis mereka.

Analisis perusahaan AS dalam penelitian berjudul “Leaders 2020” tersebut menegaskan manfaat bisnis dari keberagaman ras dan budaya, menunjukkan korelasi antara mereka yang memimpin di transformasi digital dan mereka yang memiliki pemahaman yang tinggi tentang pentingnya keanekaragaman.

Studi ini menemukan bahwa hampir setengah dari pemimpin digital di perusahaan memiliki pandangan positif dari dampak keberagaman:

  • 49 persen pemimpin percaya bahwa keberagaman memiliki dampak positif pada budaya perusahaan.
  • 44 persen mengakui dampak positif keberagaman kinerja keuangan.

Sayangnya, di perusahaan yang belum memiliki teknologi, proses atau tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menjadi bisnis digital sepenuhnya, terdapat skeptisisme besar tentang manfaat keberagaman:

  • 42 persen pemimpin dan 43 persen karyawan percaya perusahaan mereka memiliki program keberagaman yang efektif di tempat.
  • 24 persen pemimpin mengharapkan peningkatan pada jumlah pemimpin dari beragam ras dan budaya di tahun-tahun mendatang.
  • 39 persen mengatakan keberagaman telah berpengaruh positif terhadap budaya kerja.
  • 34 persen mengatakan keberagaman memiliki dampak positif pada kinerja keuangan

“Keberagaman adalah tidak lagi merupakan sebuah ‘pilihan’ bagi perusahaan,” kata Jewell Parkinson, kepala divisi sumber daya manusia, SAP Amerika Utara. “Studi ini merupakan bukti dari korelasi antara organisasi yang merangkul keberagaman dan memiliki kinerja yang lebih baik karena mereka menarik bakat yang lebih baik, menghasilkan kepuasan karyawan yang lebih besar dan membangun kesatuan yang lebih kuat dalam memecahkan masalah dan berinovasi. Dan di era digital yang hiper-kompetitif saat ini, di mana harapan pelanggan tumbuh lebih tinggi tinggi, organisasi perlu mengambil langkah-langkah untuk menerapkan keberagaman dalam segala bentuknya atau dengan cepat tertinggal.”

Tentang Leaders 2020

Leaders 2020 adalah survey terhadap dari 4.100 pemimpin dan karyawan di 21 negara, yang dilakukan oleh Oxford Economics dan SAP. Hasil penelitian yang dilakukan di Amerika memberikan gambaran gambar transformasi digital dalam tahap awal. Hanya 12 persen dari perusahaan Amerika dilaporkan telah melaksanakan transformasi digital, dibandingkan dengan 16 persen di seluruh dunia.

Meraih Sukses Dalam Dunia Digital

Bagi perusahaan yang ingin meningkatkan persiapan mereka terhadap transformasi digital, penelitian SAP dan Oxford Economics merekomendasikan kelima langkah di bawah ini:

  • Junjung keberagaman. Perusahaan yang menumbuhkan angkatan kerja yang multikultural dan menghargai beragam perspektif karyawan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses dalam ekonomi digital – dan untuk menjaga karyawan tetap bahagia dan merasa dihargai di tempat kerja.
  • Dengarkan pendapat pemimpin muda. Para pemimpin milenial yang kian bertambah saat ini memiliki visi yang kuat untuk kepemimpinan dalam ekonomi digital. Menerapkan nasihat mereka mungkin menjadi jalan pintas untuk transformasi digital.
  • Komunikasikan visi digital di seluruh perusahaan. Para pemimpin terbaik tidak hanya menyusun strategi untuk tumbuh secara digital – melainkan juga membaginya dengan seluruh karyawannya.
  • Komitmen untuk terus memperbaharui keahlian para pemimpin dan karyawan. Semua karyawan, mulai dari tingkat terbawah hingga teratas, membutuhkan keterampilan digital dan peluang untuk mempelajari keahlian terbaru dari waktu ke waktu.
  • Ratakan organisasi. Para pemimpin perlu memberdayakan manajer dan pekerja di seluruh perusahaan untuk membuat keputusan dengan cepat, tanpa hambatan birokrasi.

Silakan kunjungi situs Leaders 2020 untuk mengetahui hasil studi tersebut lebih lanjut dan panduan untuk ekonomi digital. (red/dri)