SAP dan APWorks Percanggih Industri Penerbangan dengan Teknologi 3D Printing

514

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE mengumumkan penandatanganan perjanjian kerjasama inovasi dengan APWorks, anak perusahaan Airbus Defence and Space GmbH, yang bertujuan untuk mempercepat adopsi dan standarisasi inisiatif pencetakan 3D industri untuk industri penerbangan dan pertahanan. Pengumuman ini dibuat di Farnborough International Airshow yang diadakan 11-17 Juli di Hampshire, Inggris.

APWorks berencana untuk menggunakan layanan pencetakan 3D yang baru-baru ini diluncurkan oleh SAP untuk mengoperasikan jaringan bionik yang menghubungkan ahli cetak 3D dan pengguna akhir.

Layanan ini akan memungkinkan APWorks untuk memproduksi komponen cetak 3D seperti lengan kursi dan kurung, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi CO2. APWorks juga akan dapat lebih baik mengelola bagian pesanan cadang secara real-time untuk memberikan produk berkualitas untuk aplikasi yang kritis secara keamanan dalam industri penerbangan dan lainnya.

Perjanjian inovasi antara SAP dan APWorks berencana untuk mengatasi hal-hal berikut; digitalisasi dan penyederhanaan proses persetujuan bagian produksi, skrining dan memvalidasi bagian untuk menggunakan proses pencetakan 3D, merancang dan mendesain ulang dari bagian atau sistem untuk mengoptimalkan untuk pembuatan dan pencetakan 3D yang dibutuhkan, mempercepat dan menstandarisasi proses untuk sertifikasi pembuatan suku cadang oleh perusahaan percetakan 3D, mengamankan harga anggaran yang diperlukan untuk perusahaan manufaktur untuk mengevaluasi bagian pencetakan 3D dibandingkan manufaktur tradisional, termasuk biaya komponen seperti pajak dan pergudangan, menggunakan solusi SAP Product Lifecycle Costing, meliputi setiap tahap dari lantai produksi ke pintu pelanggan – untuk mengatur rute pengiriman secara mulus

Pencetakan 3D saat ini bergerak di luar prototyping industri dan bertumbuh menjadi industri manufaktur secara independen dengan menggunakan beberapa bahan termasuk logam, plastik dan keramik.

Untuk membantu pergerakan ini, SAP mengumumkan akan memperpanjang solusi rantai pasokan untuk mencakup layanan kolaborasi dan sertifikasi cloud untuk pencetakan 3D industri, berdasarkan SAP HANA Cloud Platform, serta jaringan manufaktur pencetakan 3D. Layanan ini bertujuan untuk memberikan penghematan biaya manufaktur dan logistik, mengurangi emisi CO2 serta menghilangkan masalah rantai pasokan yang kompleks.

“Inovasi dalam dunia pencetakan 3D saat ini merevolusi manufaktur tradisional,” kata Torsten Welte, global head of Aerospace and Defense Industry, SAP, Senin (18/7/2016).

“Dalam beberapa tahun ke depan pencetakan 3D akan diadopsi secara luas di seluruh industri manufaktur. Pasar penerbangan dan pertahanan akan berubah secara digital untuk berusaha untuk mengurangi downtime yang tidak direncanakan hingga hampir nol pada penerbangan komersil serta mendukung perputaran produksi yang tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Apa yang membuat pencetakan 3D paling menarik dalam dunia penerbangan adalah penghapusan banyak biaya yang terkait dengan manufaktur tradisional layaknya persediaan inventaris. Pengguna dimungkinkan untuk mencetak bagian yang mereka butuhkan, sesuai keperluan,” tambahnya.

“Kemampuan untuk mencetak secara 3D semua komponen dari sebuah pesawat A350 bisa mengurangi beratnya hingga hampir satu ton,” kata Joachim Zettler, CEO APWorks.

“Layanan cloud pencetakan 3D dari SAP dapat membantu kami untuk mengembangkan visi kami untuk produksi komponen penerbangan yang terdistribusi secara rapi sesuai jumlah permintaan namun masih memenuhi standar kualitas yang tinggi untuk memungkinkan pesawat untuk terbang,” tutupnya. (red)