SAP Capai Target Jumlah Pemimpin Perempuan Tahun 2017 di Dalam Perusahaan

341

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE (NYSE: SAP) hari ini, Selasa (25/7/2017) mengumumkan bahwa mereka telah mencapai tujuan perusahaan di tahun 2017 untuk memiliki 1 pemimpin perempuan dari 4 posisi manajemen di dalam perusahaan.

Komitmen publik dari dewan direksi, yang ditetapkan pada tahun 2011 tersebut, menaikkan jumlah pemimpin perempuan dari sedikit di atas 18 persen menjadi 25 persen selama enam tahun terakhir. Sementara itu, dewan direksi SAP terus berusaha untuk meningkatkan kepemimpinan perempuan sebanyak satu persen setiap tahun, dengan target 28 persen pada tahun 2020 dan 30 persen pada tahun 2022.

Keanekaragaman gender secara historis digambarkan kurang seimbang dalam industri teknologi, namun penelitian telah menunjukkan bahwa ternyata keragaman gender memiliki dampak positif pada bottom line setiap perusahaan. McKinsey & Co. melaporkan bahwa perusahaan yang memiliki keragaman gender yang besar 15 persen lebih mungkin untuk meraih keuntungan finansial di atas median industri tempat negara asalnya. Menyadari hal ini, SAP terus berusaha menjadi tempat berkarir pilihan bagi wanita dalam bidang teknologi, dan pemimpin industri atas keragaman dan inklusi.

Pengumuman ini merupakan contoh terbaru dari upaya SAP untuk mempromosikan budaya keragaman gender. Tahun lalu, SAP:

  • Menjadi perusahaan teknologi multinasional pertama untuk menerima sertifikasi kesetaraan gender di tingkat global: Pada bulan September 2016, SAP menjadi perusahaan teknologi multinasional pertama yang meraih sertifikasi EDGE, yang merupakan standar dan metodologi utama untuk mengevaluasi komitmen perusahaan terhadap kesetaraan gender, yang diluncurkan di World Economic Forum. SAP juga merupakan perusahaan teknologi pertama di Amerika Serikat yang meraih sertifikasi EDGE pada bulan Januari 2016.
  • Berpartisipasi dalam Sumpah Inkuisisi Gedung Putih perdana: SAP berpartisipasi dalam komitmen untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika dengan meningkatkan keragaman tenaga kerja teknologi Amerika Serikat. SAP juga menandatangani Paradigm for Parity Pledge yang ditargetkan untuk meningkatkan jumlah pemimpin perempuan dalam berbagai eksekutif tingkat atas.
  • Meningkatkan Keberagaman Dewan Direksi Perusahaan: Pada kuartal kedua tahun 2017, SAP menambahkan dua eksekutif wanita ke Dewan Direksinya: Jennifer Morgan, presiden Amerika dan Asia Pasifik Jepang (APJ), dan Adaire Fox-Martin, presiden, EMEA dan Greater China, Global Customer Operations. SAP tidak mempekerjakan dan mempromosikan perempuan semata-mata karena mereka perempuan; melainkan karena para perempuan tersebut merupakan kandidat terbaik bagi jenis jabatan dan peran mereka di dalam perusahaan.

“Sering dikatakan bahwa apa yang ditargetkan akan dicapai,” kata Aniela Unguresan, co-founder, EDGE Certified Foundation. “Kami memuji SAP karena mereka menyadari bahwa keragaman dan inklusi membawa potensi besar untuk memimpin tim di industri teknologi. Merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk bekerja bersama SAP. Terima kasih!”

Komitmen SAP terhadap keragaman gender melampaui komitmen terhadap seluruh karyawannya. Melalui inisiatif Business Beyond Bias miliknya, SAP menggunakan keahlian proses bisnisnya yang tak tertandingi yang dikombinasikan dengan teknologi pembelajaran mesin terdepan di industri untuk mendeteksi dan mencegah kesenjangan yang terjadi secara tidak sengaja di tempat kerja. (red/dri)