PJB dan Masdar Bangun PLTS Terapung Pertama di Indonesia

29
Penandatangan project development agreement antara PT PJB dan Masdar di Kementerian ESDM, Jakarta (29/11/2017)

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menjalin perjanjian kerja sama pengembangan proyek dengan Masdar, perusahaan energi baru terbarukan (EBT) asal Uni Emirat Arab untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) photovoltaic terapung berkapasitas 200 MW di waduk Cirata.

Penandatanganan Project Development Agreement ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara PT PJB dan MASDAR tanggal 16 Juli 2017 di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab tentang Development of Renewable Large Scale Power Projects in the Republic of Indonesia.

“Proyek ini akan menjadikan PLTS terapung pertama di Indonesia, selain itu diharapkan dapat menghasilkan tarif listik di bawah Biaya Pokok Penyediaan (BPP) setempat, untuk Jawa Barat dibawah 6.5 sen US$/KWh, karena apabila diatas BPP akan sulit untuk dijalankannya” ujar Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar saat menghadiri penandatangan kerja sama di gedung Kementerian ESDM, Jakarta, (29/11/2017).

Sementara Presiden Direktur PT PJB, Iwan Agung Firstantara mengungkapkan, “Proyek ini adalah yang terbesar untuk proyek sejenis, seluas 200 HA disiapkan di Cirata, dengan business to business yang baik, proyek ini juga mengakselerasi untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan memperkuat kerjasama antara Indonesia dan UEA.”

PLTS terapung ini bernilai investasi US$ 300 juta yang rencananya akan dibangun pada tahun 2018 dan dijadwalkan akan beroperasi secara bertahap di tahun 2019-2020. Feasibility  dan grid interkoneksi studi telah selesai di akhir September 2017, dan telah diserahkan kepada PT PLN (Persero) serta direncanakan pelaksanaan Power Purchase Agreement (PPA) secepatnya.

Untuk tahap I sebesar 50 MW, direncanakan  akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada kuartal kedua tahun 2019. Sementara untuk tahap 2 hingga 4 sebesar 150 MW direncanakan COD pada kuartal pertama tahun 2020. Untuk diketahui, photovoltaic mengambang akan menghasilkan output kWh 10 – 20% lebih tinggi dibandingkan dengan instalasi darat. “Ini karena panel surya mengambang lebih sejuk akibat efek pendinginan air, sehingga lebih efisien menghasilkan listrik,” tambah Iwan.

Pembangunan proyek PLTS terapung di waduk Cirata salah satu upaya dalam mencapai target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025 dan 31% pada 2050. Arcandra menjelaskan bahwa pemerintah sangat terbuka untuk investor. “Pemerintah sangat terbuka untuk para investor datang ke Indonesia, kami menawarkan dengan bisnis yang sehat, tentu saja dengan tarif yang lebih rendah dari BPP,” ujar Arcandra. (sd)

BAGIKAN