Perusahaan Pengguna SAP Jam Collaboration Terbukti Hemat Jutaan Dolar dan Tingkatkan Laba Investasi

657

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan yang menggunakan SAP Jam Collaboration menunjukkan peningkatan laba atas investasi (return on investment-ROI) melalui akses yang lebih cepat ke informasi, mengurangi biaya pelatihan karyawan dan waktu dihabiskan untuk mencapai kesepakatan penjualan, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh SAP.

Penelitian yang dilakukan oleh Forrester Consulting atas nama SAP pada bulan Juli 2016 lalu, menghitung dampak total ekonomi (total economic impact – TEI) dari SAP Jam melalui kombinasi analisis kualitatif dan keuangan dari sebagian database pelanggan SAP.

Studi ini menemukan bahwa perusahaan yang menggunakan SAP Jam melaporkan nilai gabungan bersih saat ini (net present value  NPV) lebih dari 19 juta dolar dan peningkatan ROI dari 11 persen dari studi sebelumnya di tahun 2015.

Hasil ini menunjukkan kemungkinan transformasi usaha yang lebih besar dan manfaat keuangan jangka panjang yang bisa dinikmati oleh perusahaan bisnis pengguna SAP Jam.

SAP Jam dapat membantu bisnis melalui kolaborasi sosial berakar pada nilai bisnis, dengan menyediakan platform terpusat berbasis cloud yang dapat membantu membuat perusahaan dapat menemukan dan berbagi informasi dengan lebih mudah, mengurangi waktu yang dibutuhkan bagian sales untuk mencapai kesepakatan penjualan, meningkatkan kecepatan orientasi karyawan baru dan mengurangi waktu respon dari organisasi pendukung.

“Bukti yang terus bertumbuh menunjuk pada pengukuran keberhasilan kolaborasi,” tulis Art Schoeller, wakil presiden dan analis utama, Forrester, di laporan bulan Maret 2016 “Menentukan Nilai Bisnis Dalam Kolaborasi (Define Business Value in Collaboration).”

Penjualan, layanan pelanggan dan rantai pasokan merupakan area awal di mana kolaborasi menambah nilai bisnis. Setelah organisasi mencapai keberhasilan dalam satu atau lebih peran ini, mereka mencari adopsi luas untuk memperbesar kesuksesan awal yang telah mereka dapatkan tersebut.

Penelitian ini menunjuk ke beberapa area strategis di mana SAP dapat menambah nilai bisnis sebagai berikut :

  •  Akses lebih cepat ke informasi dan keahlian.

Rata-rata, karyawan yang menggunakan SAP Jam 15 persen lebih efisien dalam mencari informasi dan keahlian. Platform kolaborasi berperan dalam menurunkan penurunan jumlah jam per minggu yang dihabiskan untuk berkomunikasi via e-mail, mencari informasi dan menunggu respons.

  • Biaya dan waktu yang dikurangi untuk melatih karyawan baru melalui penciptaan konten pelatihan bersama dan lebih sedikit bepergian.

SAP Jam membantu mengurangi waktu dan biaya untuk melatih karyawan baru. SAP Jam memberikan sebuah komunitas di mana karyawan baru dapat bekerja sama dalam kegiatan orientasi dan menerima dukungan dari para ahli di departemen lain.

Selain itu, aplikasi juga memungkinkan organisasi untuk mengeliminasi kegiatan bepergian untuk waktu pelatihan dengan menyediakan platform untuk meningkatkan kesempatan belajar virtual.

  • Penurunan waktu dalam mencapai kesepakatan penjualan.

Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan menurun sebesar 9 persen, mengurangi sekitar 10 jam dari setiap transaksi yang dilakukan oleh sebuah tim.

  • Penurunan lisensi untuk perangkat lunak yang pasif atau tidak diadopsi secara maksimal.

Karena masing-masing bidang organisasi yang diteliti diinvestasikan dalam alat kolaborasi produk, penggunaan SAP Jam mengurangi tumpang tindih dalam lisensi mereka sebesar 20 persen.

“Sudah jelas bahwa pelanggan bersedia untuk berinvestasi dalam teknologi kolaborasi yang dapat membantu meningkatkan ROI,” kata Daisy Hernandez, wakil presiden global Manajemen Produk, Kolaborasi Kewirausahaan di SAP, Kamis (18/8/2016).

“Sementara pelanggan kami berencana untuk mentransformasikan bisnis mereka secara digital, kami akan terus mendukung mereka dengan membangun aplikasi bisnis yang berarti yang mencerminkan bagaimana orang ingin bekerja dan bagaimana pelanggan ingin terlibat,” tutupnya. (red)