Pemilik Brand Berlomba Menangkan Pilihan Connected Consumer

113
Acara diskusi Tetra Pak Index 2017: Innovation Connected

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Seiring dengan pertumbuhan konsumen yang saling terhubung (connected consumer), kalangan produsen dan pemilik brand saat ini menghadapi situasi yang lebih menantang dan kompleks. Temuan ini berdasarkan hasil riset Tetra Pak Index 2017 yang baru saja dirilis September ini.

Communications Manager Tetra Pak Indonesia, Gabrielle Angriani mengatakan, 40 persen dari 132 juta pengguna internet merupakan pengguna aktif sosial media. Pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z, dimana smartphone dan belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Tentunya, penting bagi pemilik brand untuk memikirkan strategi yang tepat dalam mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

“Brand yang ingin terlibat dengan konsumen yang serba terhubung ini perlu memahami hal apa yang mendorong mereka, dan bagaimana menciptakan pengalaman menarik yang bisa dirasakan baik secara online dan offline,” ujar Gabrielle, Selasa (26/9/2017).

Temuan dari hasil riset Tetra Pak Index 2017 menunjukkan, konsumen saat ini mencari informasi produk sebelum, selama dan setelah membeli, mengacu pada setidaknya empat sumber informasi sebelum mengambil keputusan dan beberapa diantaranya berada di luar kendali pemilik brand.

Konektivitas yang lebih besar dan pertumbuhan platform online secara cepat menghadirkan tantangan bagi brand. Secara khusus di Indonesia, lebih dari 106 juta orang menggunakan media sosial setiap bulannya, dan 85 persen diantaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler.

“Sosial media memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan bisnis, khususnya bisnis berbasis online di Indonesia. Konten buatan pengguna atau user generated content menjadi semakin penting pada era digital sekarang, yang menyumbang 65 persen waktu penggunaan media untuk rata-rata konsumen,” kata Gabrielle.

Selain itu, lanjutnya, ulasan konsumen independen menjadi hal kedua terpenting yang dapat mempengaruhi proses pemasaran suatu produk. “Mengacu pada Tetra Pak Index 2017, Super Leader atau istilah yang diberikan terhadap influencer masa kini dengan engagement tinggi, juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penetrasi brand di pasar,” tambahnya.

Hasil temuan Tetra Pak Index 2017 juga menunjukkan, kemasan juga memiliki peran penting untuk menjadi pintu gerbang bagi keterlibatan konsumen yang lebih luas.

“Desain kemasan merupakan cara yang efektif untuk membangun brand melalui pengalaman multi-sensorik,” kata Marketing Director Tetra Pak Indonesia, Wibisono.

Menurutnya, pemilik brand bisa memanfaatkan kemasan sebagai alat pemasaran utama untuk menarik perhatian dan minat konsumen. “Di Tetra Pak, kami menginisiasi penggunaan teknologi digital baru seperti augmented reality dalam kemasan kami untuk membantu brand memikat dan terhubung dengan konsumen generasi baru ini,” tambahnya. (sd)

BAGIKAN