OJK Didik Perempuan dan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Cerdas Kelola Uang

497

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi 200 peserta Agen Penyalur Bantuan Sosial Nontunai, Pendamping, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Surabaya, Jawa Timur.

Pemilihan Kota Surabaya sebagai lokasi edukasi keuangan didasarkan bahwa kota tersebut merupakan salah satu penerima bansos dengan jumlah besar hingga 70 ribu penerima.

“Kegiatan ini merupakan upaya OJK dalam mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif khususnya Pilar 1 Edukasi Keuangan dan Pilar 4 Pelayanan Keuangan pada Sektor Pemerintah mengenai penyaluran program bantuan sosial secara nontunai,” kata anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono di Surabaya, Kamis, (23/3/2017).

Tuti menuturkan, edukasi keuangan ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman agen penyalur bansos, pendamping, TKSK, dan KPM mengenai pengelolaan keuangan, mendorong penerimanya menyisihkan dana bansosnya untuk menabung dan kemudian dapat mulai memanfaaatkan berbagai produk keuangan mikro seperti basic saving account (BSA), tabungan emas, asuransi mikro dan kredit mikro.

“Program bantuan sosial nontunai menjadikan penerima manfaat mulai masuk dalam sektor keuangan sehingga perlu dibekali tidak hanya dengan teknis penerimaan dana bansos, namun sudah saatnya mereka mendapatkan pengetahuan untuk memanfaatkan produk keuangan sesuai kebutuhan,” papar dia.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya OJK bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kementerian Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga memberikan edukasi mengenai produk/jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, termasuk kewaspadaan terhadap penawaran investasi bodong.

Tahun 2017 ini, OJK akan melaksanakan 30 program edukasi keuangan di 24 kota dengan target Instruktur PAP TKI dan CTKI; Agen dan Pendamping Bansos; Masyarakat di pedalaman sungai dan perbatasan wilayah Indonesia; Guru dan Dosen; UMKM; Perempuan; Pemerintah Daerah dan Penyuluh.

Metode edukasi yang akan digunakan adalah Training of Trainers, Edukasi Komunitas dan Outreach Program. (dri)