MWC16, SAP Menginspirasi Melalui Inovasi Teknologi

524

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Mobile World Congress 2016 (MWC16) adalah salah satu acara seluler terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Mengambil tema “Mobile is Everything”, MWC16 yang diadakan di Barcelona, Spanyol, pada 22-25 Februari 2016 lalu, mampu menarik lebih dari 100.000 pengunjung dari 200 negara, dengan 2.200 peserta pameran yang berpartisipasi.

Mats Granyrd, Direktur Jenderal GSMA mengatakan, pertunjukan yang menarik perhatian pengunjung tidak lain adalah mobil terhubung SEAT Leon SD Experience.Mobil konsep tersebut merupakan hasil kolaborasi menarik dari SEAT, Samsung, dan SAP untuk membangun inovasi teknologi mutakhir.
“Dalam demo ini menunjukan bagaimana pengguna dapat membuka dan mengunci mobil menggunakan kunci digital yang tersedia pada smartphone,” ujarnya.

“Tidak hanya itu, melalui sebuah smartphone interface, pengemudi bisa memesan tempat parkir dan sekaligus membayar dimuka tanpa harus keluar dari mobil atau lingkaran blok kota sembari mencari tempat parkir,” tandasnya.
Teknologi SAP ini didasarkan pada SAP Vehicles dan SAP HANA Cloud Platform untuk Internet of Things (loT). Pembayaran dilakukan dengan Samsung Pay, yang terintegrasi dengan MirrorLink untuk menampilkan data smartphone pada head unit mobile. Pembayaran disetujui dengan otorisasi sidik jari si pengemudi pada area cockpit mobil.

Selain itu, dari rangkaian acara ini, diumumkan juga para pemenang dari Space App Camp. Tim yang menang, Building Radar, memenangkan juri dengan konsep untuk menawarkan deteksi dini proyek konstruksi berdasarkan proprietary algoritma pencarian yang didukung oleh satelit dan dengan demikian profesionalisasi manajemen pipa di dalam industri konstruksi. Sebagai hadiah, mereka akan menerima cek sebesar €5.000 dan kesempatan untuk bergabung dengan program SAP Startup.

Menariknya lagi, dibawah sponsor dan manajemen CIO Center for Digital Leadershio milik SAP, Space App Camp menantang para mahasiswa berbakat dari universitas dan perusahaan pemula yang menjanjikan untuk mengmbangkan kasus penggunaan industri SAP berdasarkan data Earth Observation dari European Space Agency (ESA) di SAP HANA Cloud Platform. Lima tim peserta dipilih dari total 400 pelamar untuk mempresentasikan konsep mereka di MWC16.

Selama presentasi Ruang App Camp di MWC16, Linz dan Prof. Volker Liebig, Direktur Earth Program Observation untuk ESA, menandatangani letter of intent untuk lebih meningkatkan kemitraan dalam menggunakan SAP HANA Cloud Platform dengan data Earth Observation dari ESA di program inovasi gabungan.

Joseph Aschbacher, Kepala Perencanaan Program dan Layanan Koordinasi, Direktorat Earth Observation Programmes, ESA, menjelaskan mengapa tindakan ini berarti dalam membangun kerjasama yang berlangsung antara SAP dan ESA.

“Signifikasinya adalah bahwa dua pemain besar dalam domain yang berbeda bergabung bersama-sama dan secara formal telah menandatangani kerjasama: SAP, menjadi pemimpin besar dalam pengolahan Big Data dengan platform HANA SAP, dan ESA, selaku penyedia besar data observasi satelit bumi, yang merupakan volume data yang besar,”ujarnya.

Pada MWC16, SAP juga meluncurkan sebuah penawaran baru yang ditargetkan untuk kebutuhan penyedia layanan komunikasi. Didukung oleh SAP HANA, solusi penyedia CSL dengan peningkatan wawasan mengenai pendapatan, margin, dan biaya seluruh operasi mereka. Memiliki informasi bisnis ini memungkinkan mereka untuk mengubah model bisnis dari rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) menjadi margin rata-rata per lengguna (AMPU).

Di sisi lain, sebuah solusi baru dari Hitachi Data Systems, yang bertujuan untuk meninhkatkan peramal bisnis untuk telekomunikasi dan penyedia layanan media, mengintegrasikan SAP Predictive Analytics untuk menydiakan industri dengan wawasan real-time mengenai perilaku pelanggan untuk mengurangi pergolakan. (dri)