Minimnya Kesadaran Masyarakat, PT Kalbe Farma Tbk dan Kemenkes Gelar Gerakan Indonesia Lawan Diabetes

522
Seremonial Gerakan Indonesia Lawan Diabetes oleh PT Kalbe Farma Tbk dan Kementrian Kesehatan di Hotel Novotel Surabaya, Sabtu (3/9/2016).

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT Kalbe Farma Tbk bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melakukan kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes. Gerakan ini dilakukan karena kesadaran masyarakat akan penyakit ini masih minim. Masih banyak anggota masyarakat yang tidak sadar bahwa dirinya menderita diabetes atau sudah mengetahui namun tidak mengerti bagaimana pola hidup sehat untuk menjaga kadar gula darahnya.

Prof. Dr. Agung Pranoto, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia mengatakan negara tingkat menengah justru mengalami peningkatan jumlah penderita diabetes lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena transisi lifestyle, yaitu perubahan gaya hidup menuju modern.

“Perubahan pada kebiasaan dan pola makan. Jika sudah terlanjur diabetes, sebaiknya bagaimana cara mengatur pola makan itu. Karena diabetes tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikontrol,” ujarnya di Acara Gerakan Indonesia Lawan Diabetes di Hotel Novotel Surabaya, Sabtu (3/9/2016).

Agung mengatakan sebagai upaya sederhana untuk menekan dan mengontrol diabetes adalah, melakukan pengecekan gula darah secara rutin. Dan tidak lupa untuk memperbanyak aktifitas.

“Gaya hidup saat ini orang pergi ke kantor naik mobil, nanti dia duduk di depan meja sambil bekerja. Pulang naik mobil lagi. Tidak banyak aktifitas yang dia lakukan. Belum lagi asupan makanan, jika tidak diimbangi dengan aktifitas ini tentu menjadi kegemukan. Dan kegemukan serta obesitas berkontribusi besar terhadap penyakit diabetes secara global,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dyah Erti Mustikawati MPH, Perwakilan dari Kementrian Kesehatan, saat ini diabetes menjadi fenomena di tingkat global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Menurut Dyah, membaca data Riskesdas 2007 dan 2013 menunjukkan adanya peningkatan prevaliansi dari 5,7 persen menjadi 6,9 persen atau sekitar 9,1 juta jiwa.

Data ini sesuai dengan estimasi International Diabetes Federation (IDF) 2015, bahwa penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta jiwa.

“Kalau ini tidak diintervensi, diperkirakan tahun 2040 penyandang diabetes bisa mencapai 16,2 juta jiwa. Sementara penyakit diabetes selalu dihubungkan dengan kematian dini yaitu umur 60 – 70 tahun. Umur harapan ini juga mempengaruhi indeks pembangunan,” jelasnya.

Dyah melanjutkan hingga saat ini laporan BPJS menunjukkan sudah 2000 orang beresiko diabetes perbulan. Jika sesuai tahun 2040 penyandang diabetes 16,2 juta, kerugian negara bisa mencapai 4,47 triliun dolar.

“Kenapa? karena setiap peningkatan pembiayaan kesehatan jadi problem negara,” tegasnya.

Dyah menghimbau kepada masyarakat untuk lebih peka terhadap pertumbuhan kesehatan tubuhnya. Minimal melakukan deteksi dini tiap satu tahun sekali, rutin olah raga, dan beraktifitas. “Yang jelas, masyarakat kita harus mau mengubah gaya hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Ridwan Zalie, Brand Manager Diabetasol menambahkan, Indonesia Lawan Diabetes merupakan program kemitraan antara PT Kalbe Farma Tbk dengan Kementerian Kesehatan, berupa seminar edukasi Diabetes baik kepada masyarakat awam maupun tenaga medis, serta ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam 50.000 aksi #lndonesiaLawanDiabetes.

“Dengan mengangkat tema Post Meal Glucose Management (manajemen lonjakan gula setelah makan), seminar edukasi tenaga medis akan diadakan di 5 kota besar di Indonesia dengan mengutamakan dokter umum, ahli gizi, perawat dan apoteker. Sementara edukasi untuk awam akan berjalan di lebih dari 43 kota di seluruh Indonesia. Seminar ini juga mengangkat topik obesitas sebagai faktor risiko yang bisa menyebabkan Diabetes, karena kegemukan dan obesitas digabungkan dengan kurangnya aktivitas fisik, berkontribusi terbesar terhadap penyakit Diabetes secara global.

(ki-ka) Prof.Dr. Agung Pranoto selaku Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Dyah Erti Mustikawati, MPH selaku Perwakilan dari Kementrian Kesehatan, dan Ridwan Zalie selaku Brand Manager Diabetasol
(ki-ka) Prof.Dr. Agung Pranoto selaku Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Dyah Erti Mustikawati, MPH selaku Perwakilan dari Kementrian Kesehatan, dan Ridwan Zalie selaku Brand Manager Diabetasol

PT Kalbe Farma Tbk, sebagai perusahaan di bidang kesehatan yang konsisten berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, melansir aplikasi digital Diabetes Solution Center dengan 4 fitur yaitu Diabetes Diary, yang mampu melakukan monitoring kadar gula darah yang dilengkapi fitur pengingat dan alarm; Ask the Expert yaitu konsultasi online dengan ahli Diabetes; Tips and Information seputar Diabetes; Delivery Service untuk kenyamanan berbelanja yang Iebih praktis dengan Iayanan antar 1×24 jam serta menerima manfaat sebagai anggota Kalbe Family. Aplikasi ini dapat diunduh di play store maupun application store pada smartphone atau diakses Iewat http://www.diabetessolution.co.id PT Kalbe Farma Tbk dan Kementerian Kesehatan, bersama-sama melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi ini baik kepada praktisi medis maupun masyarakat pada umumnya.

Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-50, PT Kalbe Farma Tbk juga melansir microsite http://www.indonesialawandiabetes.com untuk menampung 50.000 aksi #IndonesiaLawanDiabetes yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan posting foto aksi cek gula darah, aksi olahraga secara rutin atau aksi pola makan 3J (Jadwal, Jumlah dan Jenis). Seluruh aksi yang terkumpul hingga World Diabetes Day bulan Nopember 2016, akan dikonversi menjadi bentuk dukungan berupa cek darah dan pangan nutrisi untuk didonasikan kepada Iayanan kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki prevalensi Diabetes tinggi.

Tidak hanya itu, dalam menjalankan aksi gerakan Indonesia lawan diabetes, Kemenkes dan Kalbe Farma juga menggandeng Sarah Sechan sebagai figur masa dan juru bicara untuk Gerakan Indonesia Lawan Diabetes mengangkat pentingnya gaya hidup sehat, ”Gaya hidup moderen yang serba instan dan praktis membuat sejumlah orang malas menjalankan pola hidup sehat yang pada akhirnya, menjadi sumber berbagai penyakit. Kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan dan olahraga secara teratur, bisa menjauhkan kita dari berbagai risiko kerugian. Saya sendiri tidak menderita Diabetes tapi menjalankan diet dengan teratur. Bukan hanya untuk menjaga penampiian, tetapi sebagai tindakan preventif”.

“Harapannya, lewat momentum prioritas penanggulangan Diabetes oleh Kementerian Kesehatan, kemitraan dengan PT Kalbe Farma Tbk, bisa menjadi langkah awal dalam meminimalisir jumlah penderita Diabetes di Indonesia,” tutupnya. (dri)

Diabetes Solution Center (DSC) adalah layanan kesehatan yang memberikan solusi secara menyeluruh dalam mengatur gaya hidup sehat diabetes.

Silahkan unduh aplikasi DSC di :

App_Store_icon_1

GooglePlay