Mesin Modern BFM Hasilkan Ratusan Produk dari Gandum

23

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bungasari Flour Mills (BFM), perusahaan pengolahan gandum yang baru berusia hampir 6 tahun meraih pangsa pasar 6 persen di pasar tepung terigu. Ini berkat strategi operasi produksi yang optimal hingga mesin yang digunakan bisa menghasilkan produk hingga ratusan.

Perusahaan yang merupakan hasil sinergi dari FKS Group (Indonesia), Toyoya Tsusho Corp (Jepang), dan Malayan Flour Mills Berhad (Malaysia) ini pabriknya berlokasi di Kawasan Industri Krakatau, Tegalratu, Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.

Pabrik tepung terigu BFM diklaim memiliki fasilitas paling modern di Indonesia dengan mengadopsi sistem pengolahan gandum yang canggih dan modern. Flour Blending System merupakan sistem yang diterapkan dan menjadi keunggulan BFM yang berdiri sejak tahun 2012 ini.

“Kapasitas produksi PT Bungasari Flour Mills Indonesia 1.500 MT per hari jadi per tahunnya kapasitas wheat base mencapai kami 495.000 MT dan wheat flour base mencapai 396.000 MT. Kapasitas besar ini membuat Bungasari mampu melayani permintaan pasar tepung terigu yang meningkat dari tahun ke tahun,” papar Presiden Direktur PT Bungasari Flour Mills Indonesia Grant Lutz.

Lebih lanjut Grant Lutz menjelaskan, lokasi lahan pabriknya yang seluas 11 hektare ini ada di area strategis, yakni di antara dua koridor kawasan utama Indonesia. “Salah satu sisinya adalah di kawasan Pelabuhan Cigading, yang memudahkan alur penerimaan bahan baku di pabrik sehingga dapat meningkatkan efisiensi rantai suplai,” jelas pria asal Afrika Selatan ini.

Budianto Wijaya, Sales & Marketing Director BFM, menambahkan,  sistem produksi ekstraksi biji gandum Flour Blending System yang diterapkan BFM membuat hasil olahan gandum optimal.

“Umumnya pada proses produksi, kulit gandum terbuang. Tapi dengan Flour Blending System yang diterapkan pabrik kami, kini kulit gandum terbuang tersebut dapat dimanfaatkan untuk produk sampingan, seperti pakan ternak hingga komponen furnitur,” kata Budianto.

Selain itu sistem produksi yang canggih itu bisa menghasilkan produk dengan spesifikasi khusus sesuai keinginan konsumen. “Berkat teknologi Flour Blending System ini, dalam kurun waktu tiga tahun kami sudah mempu menghasilkan lebih dari ratusan produk beragam baik dalam bentuk tepung terigu maupun pakan ternak,” jelasnya.

Sistem ini juga bisa menghasilkan kualitas tepung terigu yang konsisten. Sementara dengan sistem produksi wheat blending yang digunakan oleh pabrik tepung terigu lainnya, konsistensi kualitas produk sulit terjaga.

Grant Lutz  mengklaim,  BFM menerapakan standar manajemen mutu, proses dan keamanan pangan yang sudah tersertifikasi lembaga berstandar internasional seperti sertifikasi FSSC 22000, ISO 9001, HALAL, SNI. “Salah satu pemeganh saham kami Toyoya Jepang, jadi etos kerja KAIZEN (Continuous Improvement) kami adopsi juga,” jelasnya.

Agar lebih dikenal pasar, BFM mengadakan beragam acara dan mengikuti acara-acara terkait industri makanan seperti Sial Interfood, salah satu ajang terbesar yang bertemakan makanan dan minuman di Indonesia. Dan pada 22-25 November 2017 nanti BFM juga akan hadir di JIExpo Kemayoran, Jakarta. “Dengan berbagai keunggulan tersebut kami telah berhasil merebut pangsa pasar sebesar 6% hanya dalam tempo 6 tahun beroperasi,” kata Grant. (sd)

BAGIKAN