Layanan Data Picu Pertumbuhan Kuat Indosat Ooredoo

546

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) mengawali tahun 2016 dengan pertumbuhan kuat yang dipicu oleh layanan data, dimana pertumbuhan trafik data sebesar 52,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 11,8% terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 6,8 triliun untuk triwulan pertama 2016.

Alexander Rusli, President Director and CEO Indosat mengatakan, pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh pendapatan selular yang meningkat sebesar 15,8% pada triwulan pertama 2016, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan data SMS, telepon dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi. Jumlah pelanggan selular pada akhir triwulan pertama 2016 mencapai 69,8 juta pelanggan, meningkat 3,3 juta pelanggan dibandingkan triwulan pertama 2015 karena kampanye akuisisi yang agresif setelah persepsi kualitas jaringan meningkat. Penambahan pelanggan utamanya didominasi oleh pengguna data.

Selain itu, EBITDA juga tumbuh 13,7% menjadi Rp 2,9 triliun (TW1 2015: Rp2,6 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 43,5%. Sebagaimana diketahui, margin EBITDA adalah pengukuran profitabilitas operasi perusahaan sebagai persentase dari total pendapatan.

Beban mengalami peningkatan sebesar 6,7% menjadi Rp5,9 triliun (TW1 2015 sebesar Rp 5,6 triliun). Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82%, 14%, dan 4% terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.

Alexander mengatakan, setelah melalui tahun 2015 dengan hasil yang sangat baik, pihaknya sangat optimistis dengan pencapaian tahun 2016 yang mulai terlihat dalam triwulan pertama ini. Walaupun industri di triwulan pertama ini secara musimam memang sedikit melemah, namun hal ini tidak melemahkan semangat kita untuk tetap menjadi yang terbaik. “Kita akan jalankan strategi dengan segenap kekuatan untuk memenangkan pertempuran,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/5/2016).

Khusus Pendapatan Data Tetap (MIDI) meningkat sebesar 1,0% dibandingkan triwulan pertama 2015, utamanya disebabkan adanya peningkatan kapasitas fixed internet. Pendapatan telepon tetap (telekomunikasi tetap) turun sebesar 21,4% dibandingkan triwulan pertama 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

Per tanggal 31 Maret 2016, total hutang Indosat naik sebesar 4,8% dibandingkan dengan tanggal 31 Maret 2015. Pembayaran yang dilakukan dalam tahun tersebut adalah pembayaran cicilan pinjaman SEK Tranche A, B dan C sebesar US$ 45 juta, cicilan pinjaman HSBC Coface dan sinosure sebesar US$ 20,1 juta, cicilan pinjaman komersial 9 tahun dari HSBC sebesar US$ 4,1 juta, percepatan pelunasan GN 2020 sebesar US$ 650 juta, pelunasan Obligasi VI seri B sebesar Rp 320 miliar, pembayaran fasilitas RCF BSMI sebesar Rp 250 miliar, pembayaran fasilitas kredit investasi BCA sebesar Rp 100 miliar dan pembayaran pinjaman dari kepentingan non-pengendali APE sebesar Rp 15,75 miliar.

Penambahan hutang sepanjang 31 Maret 2015 sampai 31 Maret 2016 adalah penarikan fasilitas RCF BCA sebesar Rp 1.600 miliar, penarikan fasilitas RCF BNI sebesar Rp 600 miliar, penarikan fasilitas RCF BTMU sebesar Rp 250,0 miliar, penarikan fasilitas RCF BNPP sebesar Rp 50,0 miliar, penerbitan Obligasi Berkelanjutan Indosat I Tahap II sebesar Rp 2,68 triliun, penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Indosat I Tahap II sebesar Rp 416 miliar, penerbitan. (dri)