Laporan SAP Digital Experience Menemukan Hampir Setengah dari Pelanggan di Indonesia Merasa Puas dengan Pengalaman Digital Mereka

379

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP mengumumkan Laporan SAP Digital Experience, survei yang pertama kali dilakukannya kepada responden sebanyak 500 pelanggan.

Survei ini ditujukan untuk mengungkap strategi yang dapat dimanfaatkan pelanggan SAP serta wilayah yang belum bertumbuh dan dapat lebih dikembangkan pelanggan.

“Survei ini kami lakukan secara cuma-cuma untuk pelanggan kami, karena SAP sangat terfokus pada digital experience pelanggan. Kami juga ingin membantu konsumen di Indonesia untuk menjadi bagian dari kisah sukses di era digital saat ini,” ujar Vice President & Managing Director SAP Indonesia, Megawaty Khie, Selasa (26/7/2016).

Pada hasil surveinya, SAP mengungkapkan hanya sebanyak 48 persen konsumen di Indonesia mengaku mendapatkan pengalaman digital yang sangat memuaskan dari merek dalam negeri.

Sementara itu, 14 persen responden mengaku tidak puas dengan pengalaman digital yang disuguhkan merek tersebut, dan 38 persen responden dikategorikan sebagai ambivalen, yang menjawab dengan penilaian standar.

Penilaian yang diberikan responden didasari oleh 14 faktor yang dinilai SAP sebagai faktor terpenting dalam mendukung pengalaman digital yang memuaskan. Namun, berdasarkan hasil survei tersebut, SAP menemukan bahwa keamanan, kemudahan dalam penggunaan dan pengaplikasian serta waktu ketersediaan yang luas menjadi tiga faktor utama bagi konsumen di Indonesia.

Sehingga pelaku usaha, jelas Megawaty, terutama yang telah bergerak di ranah digital diharuskan untuk memiliki tiga faktor tersebut. Kehadiran tersebut dapat mendukung pengalaman digital yang menyenangkan dan berdampak pada loyalitas konsumen kepada layanan atau merek.

Berdasarkan survei tersebut, SAP juga menemukan Indonesia masih menjadi pasar yang sangat menarik dan potensial.

Tidak berbeda di negara lainnya, hampir seluruh sektor terkena pengaruh dari perkembangan dan pertumbuhan teknologi. Sehingga, SAP juga menyarankan bisnis untuk memiliki dan menerapkan strategi yang tepat, agar tidak dapat terkena dampak pengaruh yang tergolong besar. (red)