Kemajuan Teknologi, Dalang Diminta Kreatif dan Inovatif

412

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Festival Dalang Muda’ dalam rangka Pekan Wayang Tahun 2017 resmi dibuka di UPT Taman Budaya Jatim Jl. Gentengkali Surabaya. Acara ini diselenggarakan dengan harapan agar dapat melahirkan dalang-dalang muda, dalang bocah dan sinden-sinden muda  yang mampu membumikan kesenian peninggalan leluhur.

Pekan Wayang Tahun 2017 ini digelar mulai 18- 22 April 2017, dengan peserta Dalang Muda dari 21 kabupaten/kota, dalang bocah diikuti 20 kabupaten/kota dan sinden berasal dari 21 kabupaten/kota. Adapun Dewan Pengamat berasal dari ISI Surakarta dan seniman dari Surabaya yang akan menentukan 10 penyaji terbaik.

Turut hadir Sekdaprof Jatim, Akhmad Sukardi, Kadisbudpar Jatim, Jarianto, Kepala UPT Taman Budaya Jatim, Sukatno dan Kepala UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian (LPPK) Jatim, Efie Widjajanti.

Dalam sambutannya Akhmad Sukardi mengatakan, masyarakat hendaknya mampu mengapresiasi momentum dan proses regenerasi melalui program pemerintah provinsi yang didukung oleh Pepadi Pusat sehingga seni pedalangan dapat tetap lestari di Jatim khususnya dan Indonesia umumnya.

“Oleh karena itu, dengan adanya Pekan Wayang 2017 akan melahirkan dalang-dalang muda, dalang bocah dan sinden-sinden muda  yang mampu membumikan kesenian peninggalan leluhur,” ujarnya.

Tidak hanya itu, masih kata Akhmad, dalang juga dituntut untuk kreatif dan inovatif sesuai dengan kemajuan teknologi. Misalnya saja, seorang dalang juga bisa memasukkan  potongan-potongan cerita yang paling menarik ke dalam you tube tentunya dengan durasi yang singkat, lengkap dengan suara sindennya. Dengan demikian cerita pewayangan akan lebih luas dikenal masyarakat, terutama generasi muda dan pada akhirnya akan lestari dan terpelihara keberadaannya.

Namun demikian, sebagaimana kita ketahui, saat ini terjadi kesenjangan komunikasi antara penonton dan pertunjukan wayang. Terutama generasi muda, tidak paham terhadap alur cerita yang dibawakan oleh dalang. Ketidak-pahaman tersebut bukan semata-mata karena faktor bahasa, melainkan juga karena kurangnya bekal pengetahuan tentang latar belakang budaya dan nilai seni pertunjukan wayang.

Sementara itu, Kadisbudpar Jatim, Jarianto menambahkan, tujuan Pekan Wayang ke-20 Tahun 2017 adalah melestarikan warisan budaya Indonesia yang diakui dan dianugrahi penghargaan dari Unesco sebagai warisan budaya tak benda, khususnya untuk kategori intangible cultural heritage of humanity, yaitu Wayang Indonesia pada tahun 2003.

“Kita harapkan Pekan Wayang 2017 akan melahirkan dalang-dalang muda, dalang bocah dan sinden-sinden muda  yang mampu membumikan kesenian peninggalan leluhur,” tutupnya. (dri)