Kadin DKI Dorong Daya Saing IKM Binaan

30
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih, memukul gong tanda dibukanya pameran Jakarta IKM Expo 2017, didampingi Ketua Kadin Provinsi DKI Jakarta Eddy Kuntadi (kedua kiri), dan Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian sekaligus Ketua Pelaksana Pameran IKM Rainer P Tobing (kiri), dan Deputi Gubernur Bidang Indag dan Transportasi Provinsi DKI Jakarta Sutanto Soehodho (ketiga kiri), di Plasa Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sebanyak 52 Industri Kecil dan Menengah (IKM) di bawah binaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, memamerkan produk-produk unggulannya dalam ajang pameran Jakarta IKM Expo 2017 yang berlangsung di Plasa Kementerian Perindustrian (Kemperin), Jakarta Selatan (Jaksel).

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Eddy Kuntadi, mengatakan, kegiatan ini menandai rangkaian acara Hari Ulang Kadin DKI Jakarta yang ke-50. “Kadin DKI Jakarta memiliki tugas menjadikan IKM binaan ini semakin kuat. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita jalani. Kita tahu saat ini berbagai program baik dari pemerintah maupun Kadin DKI telah berusaha mendorong pertumbuhan IKM, tetapi kita juga tidak bisa menghindari situasi masuknya produk-produk asing yang sangat masif,” kata Eddy Kuntadi saat pembukaan, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya, menjadi tugas bersama untuk mengatasi situasi ini dengan membantu membesarkan IKM. “Dukungan dari Kemperin dan Pemprov DKI melalui regulasi dan pemberian fasilitas akan membuat IKM memiliki daya saing yang kuat. Ini target kita,” katanya.

Menurut Eddy, IKM memiliki beberapa masalah, terkait sumber daya manusia (SDM), permodalan, dan tentu pemasaran. Untuk itu, lanjut dia, Kadin DKI selalu menggali potensi-potensi yang ada agar didorong untuk tumbuh. “Sebetulnya, banyak yang ingin ikut serta pameran ini, tetapi kapasitas yang ada tidak mencukupi. Periode ke depan kita akan mengundang IKM yang lebih banyak lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen IKM Kemperin, Gati Wibawaningsih, mengatakan, produk-produk IKM saat ini didorong untuk aktif melakukan pemasaran secara online. Selain membutuhkan pemasaran online, produk-produk IKM juga perlu dipasarkan secara offline, salah satu caranya melalui pameran. “Dengan membuka pasar offline, masyarakat dapat melihat lebih jelas produk-produk yang diperjualbelikan oleh IKM,” kata Gati. (sd)

BAGIKAN