JPMN Dukung Komitmen Gubernur

339
JPMN menggelar aksi di depan Istana Negara pada Rabu (13/3/2017), menuntut agar pemerintah pusat mendukung dan segera meresmikan beroperasinya pabrik semen di Rembang

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Nusantara (JPMN) meminta agar keberadaan pabrik Semen Indonesia di Rembang tetap dilanjutkan. Karena, keberadaan pabrik dinilai secara ekonomis bermanfaat dan menguntungkan warga sekitar.

Ahmad Fikri, Ketua JPMN mengatakan, aksi menolak beroperasinya pabrik semen di Rembang terus dilakukan oleh sekelompok orang tertentu. Padahal Gubernur Jawa Tengah telah mengeluarkan izin lingkungan pada pertengahan Februari 2017, setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melengkapi berbagai kelengkapan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA).

“Artinya, beroperasinya pabrik semen di Rembang menjadi sangat penting mengingat tak ada lagi dampak negatif terhadap lingkungan seperti dikhawatirkan pihak tertentu,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/3/2017).

Sementara itu, Suryadi, Sekjen JPMN menambahkan, upaya demo menolak semen Rembang yang dilakukan pihak tertentu sangat tercium aroma politis,  mengingat argumen yang mereka jadikan pembenar sudah tak lagi memiliki dasar yang kuat.

IMG-20170320-WA0113

Beroperasinya pabrik semen di Rembang harus didukung oleh pemerintah pusat dan semua pihak. Mengingat beberapa hal. Pertama, bergulirnya perekonomian di lingkungan sekitar pabrik yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Kedua, pemerintahan Presiden Jokowi sedang fokus membangun infrastruktur yang memerlukan semen. Ketiga, nilai investasi sekitar Rp 4,9 triliun yang sudah terlanjur dikeluarkan pemerintah untuk membangun pabrik semen Rembang. Jika pabrik semen Rembang  dengan kapasitas 3 ton per tahun ini gagal beroperasi, bakal mencoreng iklim investasi di Indonesia.

Dan keempat, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan BUMN harus didukung semua pihak agar sanggup bersaing dengan perusahaan-perusahaan semen asing yang mulai ekspansi di Pulau Jawa.

“Maka dari itu, kami dari JPMN menuntut agar pemerintah Indonesia mendukung secara penuh beroperasinya pabrik PT Semen Indonesia di Rembang,” tutupnya. (dri)