Jelang Ramadan, KPPU Surabaya Himbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Harga Komoditas

262
(Kiri) Kepala Kantor Perwakilan KPPU Surabaya, Aru Armando

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Komisi Pengawas Persaingan Usaha Surabaya menyatakan mewaspadai pergerakan harga dua komoditas, bawang putih dan telur ayam ras menjelang puasa dan hari raya lebaran.

Kepala Kantor Perwakilan KPPU Surabaya Aru Armando mengatakan secara umum stok komoditas di Jawa Timur aman dan harga stabil. Namun, dua komoditas tersebut mengalami peningkatan harga yang dinilai cukup tinggi.

“Bawang putih di awal bulan Rp35.000 per kilo, sekarang Rp60.000 per kilonya. Sedangkan telur sebulan yang lalu satu kilo Rp16.000, hari ini Rp22.500,” ujarnya, Selasa (16/5/2017).

Aru menyatakan KPPU saat ini tengah menyelidiki penyebab naiknya harga dua komoditas tersebut. Menurutnya, komoditas telur lebih mudah diselidiki karena memiliki sentra di Blitar.

Adapun untuk bawang putih, sebagian besar merupakan impor dari China, India, dan Thailand. Dia memperkirakan masalah terjadi di rantai distribusi yang panjang. “Kalau untuk bawang putih, importir di kumpulkan. Tidak bisa serta merta dibilang ada persaingan, masih dicari [permasalahnnya] sampai sekarang,” katanya.

Aru berpendapat apabila masalah berada di distribusi yang panjang, solusinya adalah memotong rantai distribusi. Selain itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diharapkan bisa memberikan subsidi transportasi untuk pengiriman komoditas pangan.

Dengan demikian, beban biaya yang biasanya dibebankan ke konsumen, diambil alih pemerintah, sehingga harga yang diterima konsumen tidak terlalu mahal.

Terkait dengan komoditas pangan yang harganya ditentukan oleh pemerintah, Aru mengatakan harga yang ada di pasar retail modern maupun di pasar tradisional mematuhi aturan tersebut. Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gula pasir Rp12.500 per kilo, daging beku impor Rp80.000 per kilo, serta minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp11.000.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo, menuturkan menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri, stok beberapa bahan pangan di Jatim aman, seperti beras, gula, dan daging sapi. Stok beras Jatim di gudang Bulog tercatat sebesar 530.000 ton, sedangkan kebutuhan rata-rata warga Jatim sekitar 42.000 ton per bulan.

Jika beras yang ada di masyarakat dijumlahkan dengan beras di gudang Bulog jumlahnya mencapai 732.000 ton. Stok gula sebanyak 150.000 ton, sedangkan daging sapi surplus 23.000 ton.

Namun, Jatim mengalami kekurangan stok kedelai sebesar 18.000 ton dan bawang putih sebesar 4.000 ton menjelang hari raya. “Komoditas bawang putih dan kedelai nantinya akan mengambil dari provinsi lain,” ujarnya. (dri)

BAGIKAN