Jadikan Indonesia Makmur, KPPU 16 Tahun Berantas Kartel

521

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) selama 16 tahun berupaya untuk mengusut dugaan kartel yang terjadi di Indonesia.

Komisioner KPPU, M Nawir Messi mengatakan KPPU saat ini terus fokus untuk mengusut dan menangani dugaan kartel, khususnya komoditi gula. Harga gula yang terlampau mahal sampai Rp 17.000 per kg di Jakarta dinilai tak masuk akal.

Dari hasil penelusuran KPPU, kenaikan harga gula itu yang menikmati bukan petani tetapi korporasi besar yang memiliki perkebunan luas di luar Jawa, tepatnya di Lampung.

“Nilai produksi gula di Lampung hanya Rp 4.300 sampai Rp 4.500 per kg. Masuk ke pasar Rp 13.000 per kg. Keuntungan yang besar ini ditoleransi oleh pemerintah selama puluhan tahun. Dan yang subdisi adalah konsumen yang beli gula dan produk berbahan gula,” ujarnya di Fave Hotel Pregolan, Surabaya, Kamis (23/6/2016).

Messi mengatakan, ada 2 hal yang membuat praktik itu tetap bertahan sampai sekarang. Pertama konsumen tidak mengerti haknya. Kedua, lingkungan ekonomi politik yang memberikan kesempatan kepada pemburu rente untuk eksploitasi konsumen.

Sementara itu, Kepala KPPU KPD Surabaya, Aru Armando menambahkan kondisi pergulaan melalui jalur rantai yang panjang. KPPU kini sudah membentuk tim untuk menangani gula ini.

“Kami sudah koordinasi di level pusat untuk mengkaji pergulaan di Indonesia. KPPU juga mendukung upaya pemerintah agar harga gula di level Rp 12.000 per kg. Cuma caranya harus efisiensi dan keikhlasan dari pedagang untuk mengurangi tingkat keuntungan dan menjual di level yang diinginkan pemerintah,” jelas Aru. (dri)