“Istirahatlah Kata-kata” Film Kisah Hidup Wiji Thukul (Trailer)

343
Konferensi pers film "istirahatlah kata-kata" di kantor KontraS Surabaya, Rabu (18/1/2017).

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Perjuangan Widji Thukul difilmkan. Judul filmnya seperti judul salah satu puisi ciptaan aktifis yang hilang dan belum ditemukan hingga sekarang itu, “Istirahatlah Kata-Kata”.

Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Anti Kekerasan (KontraS) Surabaya, Fatkhul Khoir, mengatakan, film ini bakal diputar serentak di bioskop di 8 kota di Indonesia mulai Kamis 19 Januari 2017.

Fatkhul Khoir mengajak masyarakat menonton film ini, sehingga tahu bahwa masih ada orang hilang secara paksa, dan keberadaan mereka pun tak jelas hingga sekarang.

“Banyak orang tahu siapa Wiji Thukul, tapi banyak yang belum tahu perjuangannya,” kata Fatkhul Khoir di Kantor KontraS Jalan Lesti 45 Surabaya, Rabu (18/1/2017).

Fatkhul Khoir mengatakan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) mencatat 13 orang hilang di era pemerintahan Orde Baru. Mereka hilang mulai 1997 hingga 1998.

Mereka hilang karena bersuara lantang menentang kebijakan di era itu. Mereka menilai kebijakan saat itu tak prorakyat. Mereka yang hilang pada masa reformasi itu di antaranya Widji Thukul dan Petrus Bima Anugerah (Bimo Petrus), aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) dari Universitas Airlangga Surabaya.

Dyonisius Utomo Rahardjo, bapak Bimo, mengaku sudah ikhlas atas hilangnya Bimo. Tapi dia masih berharap pemerintah Presiden Jokowi menuntaskan kasus penghilangan aktivis ini. Utomo mengaku pernah bertemu langsung dengan Jokowi saat masih menjadi Calon Presiden.

“Pada waktu itu saya difasilitasi teman-teman untuk bertemu Jokowi di Jakarta. Saat itu jawaban Jokowi mengatakan “kalau hilang ya dicari.” Itu jawaban yang tidak mengambang, menyejukkan,” ujar Utomo. (dri)