Gandeng Acer dan Google, IPEKA Terapkan Digital Classroom

175

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Dukungan fitur digital yang mumpuni di kelas untuk belajar mengajar saat ini menjadi tuntutan utama.

Terlebih anak-anak justru lebih mudah belajar melalui perangkat digital, mengingat perangkat ini sudah akrab sejak mereka kecil. Ini disadari IPEKA Integrated Christian School (IICS) dengan menggandeng Acer dan Google menghadirkan Digital Classroom di sekolah ini.

Dukungan perangkat Chromebook dan ekosistem Google memudahkan guru dalam memberikan tugas, memberi keleluasaan murid dalam mengerjakan tugas, dan guru dapat berdiskusi dengan murid secara real time.  Berdasarkan hasil survei Deloitte pada Oktober 2016, bahwa 75 persen guru percaya bahwa konten pembelajaran digital akan menggantikan buku teks cetak dalam 10 tahun ke depan. Tidak hanya itu, 81 persen guru juga percaya bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah dapat membuat perbedaan positif pada pembelajaran.

IICS menyadari pentingnya peranan teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya siswa, salah satunya dengan mengimplementasikan metode pembelajaran blended learning. Metode ini merupakan penggabungan antara proses belajar mengajar tradisional dengan menerapkan konsep belajar secara digital dan mobile dengan memanfaatkan dukungan perangkat dan solusi dari Acer Chromebook bagi siswa dan guru.

Handojo, CEO IICS, mengatakan, dukungan perangkat dan solusi teknologi dalam perwujudan digital classroom ini terbukti telah membantu guru dalam meningkat efektivitas dan efisiensi dalam proses belajar mengajar.

Kini guru dapat memberikan tugas melalui Google Docs dan secara otomatis membuat duplikasi untuk setiap murid. Mereka pun dapat langsung mengerjakan tugas dalam dokumen tersebut. Solusi ini juga secara otomatis membantu guru dalam menyusun tugas-tugas dalam folder driver yang terstruktur, sehingga murid juga akan melihat tugas-tugas serta tenggat waktu pengumpulan. Keunggulan lainnya, guru dapat membuat pengumuman dan memulai diskusi serta menjawab murid secara real-time.

Pengaplikasian metode blended learning ini dihadirkan melalui Digital Classroom yang memungkinkan tejadinya proses pembelajaran yang dinamis, dimana kini tak ada lagi batasan waktu dan tempat dalam belajar, sehingga interaksi antara guru dan siswa dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Dengan dukungan Google Chromebook memungkinkan siswa dan guru menyimpan dokumen di cloud dengan kapasitas penyimpanan tanpa batas.

“Teknologi mempunyai peranan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sebagai sarana pembelajaran baik untuk guru maupun siswanya,” kata Ganis Samoedra dari Google for Education Indonesia.

Teknologi di dalam ruang kelas yang interaktif akan menjadi katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru, dari informasi ke transformasi, dan aktivitas siswa dari pasif menuju lebih aktif dan mandiri dalam mengakses pengetahuan yang terbaru.

Dalam Digital Classroom di IICS, seluruh unit Acer Chromebook yang digunakan telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi pendukung dari Google, seperti Google Chrome Gmail, Google Drive tanpa batas kapasitas memori, Google Search, App List Button, YouTube, Hangout, Classroom, Calendar dan sites. Dengan sistem yang terintegrasi, guru dan siswa bisa merasakan pengalaman belajar mengajar yang lebih menarik dan meningkatkan inovasi serta kolaborasi antara siswa dan guru, membuat digital classroom menjadi lebih personal dan menarik. Paket solusi terdiri dari Acer Chromebook dengan dukungan ekosistem Chrome, charging cart, Chrome Device Management Console, dan G-Suite App for Education.

Herbet Ang Presiden Direktur Acer, menambahkan, kini ruang kelas berubah dengan cepat mengadopsi fungsi teknologi  adalah cara utama untuk guru dan siswa dalam menjalankan pendidikan di era digital ini.

“Selama empat dekade, Acer berkomitmen untuk mendukung sektor pendidikan, dan kami berdedikasi untuk melayani kebutuhan pasar pendidikan sekaligus mendukung perwujudan digital classroom. Ini merupakan dukungan kami sebagai technology enabler dalam percepatan implementasi pendidikan abad 21 untuk proses belajar mengajar yang inovatif dan kolaboratif,” kata Herbet. (ym)

BAGIKAN