Dukung GNNT, BI dan Pemkot Surabaya Resmikan Alat Parkir Meter Multi Kartu

278
Prosesi BI Jatim bekerjasama Pemkot Surabaya saat meresmikan penggunaan kartu elektronik untuk Alat Parkir Meter Multi Kartu di Surabaya, Sabtu (3/5/2017)

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur melaunching penggunaan kartu uang elektronik untuk alat parkir meter. Peresmian ini dilakukan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, Sabtu (3/5/2017) sore.

Acara yang berlangsung di Taman Surya Surabaya ini disaksikan pimpinan perbankan Provinsi Jawa Timur, para pimpinan Muspida Kota Surabaya, dan jajaran pejabat Pemerintah Kota Surabaya.

“Penggunaan uang elektronik untuk alat parkir meter ini merupakan sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Surabaya khususnya Dinas Perhubungan,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, di sela acara.

“Alat parkir meter ini telah terintegrasi dengan sejumlah uang elektronik, sehingga pembayaran bisa dilakukan dengan multikartu yang diterbitkan bank penerbit, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI46), Bank Central Asia, dan Bank Jatim,” lanjutnya.

Dikemukakan, saat ini alat parkir meter sudah terpasang dan digunakan di area parkir Pemerintah Kota Surabaya, dan akan diperluas aksesnya di tempat-tempat strategis lainnya.

Menurutnya, penggunaan uang elektronik untuk alat parkir meter ini merupakan bentuk implementasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia sejak tahun 2014.

Gerakan ini untuk mewujudkan Less Cash Society sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju ekonomi digital. “Karena itu, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam hal pelayanan publik khususnya harapan Kota Surabaya menjadi Smart City,” kata Difi.

Difi berharap penggunaan pembayaran non tunai (uang elektronik) pada alat parkir meter ini berdampak positif bagi pembangunan daerah terutama pengamanan pendapatan Kota Surabaya melalui sektor perparkiran,” tandas Difi.

Difi juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan sinergi dan mendukung semua pihak terkait elektronifikasi pembayaran agar masyarakat bisa menikmati layanan jasa pembayaran secara cepat, tepat dan aman.

Dan dalam kesempatan ini, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan bantuan program Sosial Bank Indonesia berupa pakaian kerja untuk para juru parkir di lingkungan Pemkot Surabaya.

Bantuan ini sebagai kepedulian dan dukungan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur kepada juru parkir untuk menjaga kelancaran operasional parkir di Kota Surabaya.

Sementara itu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, secara singkat mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya sangat mendukung penggunaan uang elektronik untuk alat parkir meter ini dengan harapan untuk menghindari kebocoran pendapatan di sektor parkir. (dri)