Dampak Momen Makan Pertama untuk Tumbuh Kembang Jangka Panjang

559

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Stunted (perawakan pendek), merupakan masalah masyarakat kelas menengah atas. Berdasarkan data dari WHO 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi overweight (berat berlebih atau obesitas), wasting (perawakan kurus) dan stunting (perawakan pendek) yang tinggi pada balita. Dalam data yang lebih rinci, ada sekitar 14% balita wasting, hampir 15% balita overweight dan balita stunting mencapai proporsi tertinggi yaitu 35%.

Selain jumlahnya yang cukup tinggi di Indonesia, balita stunting menggambarkan kejadian kurang gizi yang dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif.

“Masalah perawakan pendek (stunting), tidak berhenti di tinggi badan Si Kecil. Dalam jangka pendek, kekurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang, kekurangan zat besi yodium, zinc dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis,” jelas dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), Spesialis anak konsultan, pakar nutrisi dan penyakit metabolik.

Sementara itu Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna, menegaskan bahwa, “Nutrisi yang cukup selama periode emas atau 1000 Hari Pertama Pertumbuhan Si Kecil, berperan penting dalam mengantisipasi dampak dari masalah gizi kompleks. Karena pada periode emas, otak, otot dan tulang rangka berkembang pesat dan ketika Si Kecil genap berusia 2 tahun, perkembangan otaknya sudah sama dengan 80% otak orang dewasa.”

ASI merupakan sumber nutrisi bagi bayi. Komposisi yang terkandung, kandungan kolostrum serta kandungan antibodi alaminya bermanfaat dalam menunjang tumbuh kembang bayi serta membantu mencegah infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.

Idealnya, ASI diberikan secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan tanpa makanan tambahan. Setelah itu, biasanya nutrisi dan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak lagi mencukupi, sehingga 1ST BITE DAY atau MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang seimbang dan bergizi, berperan penting bagi tumbuh kembangnya.

Dalam hal ini, kandungan zat gizi pada MP-ASI, tidak saja berperan penting untuk pertumbuhan fisik tubuh tetapi juga dalam pertumbuhan otak, perkembangan perilaku, motorik, dan kecerdasan Si Kecil.

1ST BITE DAY atau MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil, memberikan manfaat penting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat jangka pendeknya adalah, penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa dan tekstur sejak dini dan mengurangi risiko alergi Si Kecil.

Dalam jangka panjang, 1ST BITE DAYatau MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil, bermanfaat meminimalisir kemungkinan Si Kecil menjadi susah makan di kemudian hari dan mudah untuk beradaptasi dengan makanan baru.

Menyadari keunggulan bahan pangan organik sebagai bahan dasar yang berkualitas tinggi serta tidak menggunakan bahan kimia dan pengawet lainnya, Milna di bawah Kalbe Nutritionals, telah menghadirkan produk MP-ASI organik pertama di Indonesia yaitu Milna Bubur Bayi Organik yang terbuat dari bahan alami organik pilihan, sebagai alternatif MP-ASI untuk Si Kecil.

“Keunggulan kandungan gizi bahan pangan organik adalah rendahnya rasio asam lemak omega-6 dan omega-3 untuk meminimalisir faktor risiko penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular saat usia dewasa. Kandungan gula dalam bahan pangan organik juga lebih tinggi, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula dalam proses pengolahannya. Selain itu, sayur dan buah organik memiliki kandungan antioksidan dan polifenol yang lebih tinggi 10–50% dibandingkan dengan sayur dan buah reguler. Kandungan karbohidrat total dan seratnya, juga lebih tinggi,” seperti yang dijelaskan oleh dr. Dian Novita Chandra, MGizi, Staf Akademik Departemen Ilmu Gizi FKUI RSCM dan Pakar Gizi Medik Indonesian Nutrition Association (INA), mengenai pandangannya akan pemberian bahan pangan organik untuk Si Kecil.

Ikut mendukung program pemerintah dalam rangka perbaikan gizi nasional, Milna menghadirkan kampanye 1ST BITE DAY – MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil. Kampanye ini mengangkat peran penting ASI dan MP-ASI dalam memenuhi Angka Kecukupan Gizi Si Kecil, lewat seminar interaktif dengan Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA(K), Spesialis Anak, Pakar Gizi dan Penyakit Metabolik serta rangkaian aktivitas lainnya yang berkaitan dengan suapan dan gigitan pertama Si Kecil.

Kampanye ini mulai dijalankan di Surabaya, tanggal 30 April 2016 lalu, kemudian akan berlanjut di Medan dan Jakarta, dengan target mengedukasi lebih dari 3000 Bunda.

“Harapannya, edukasi kampanye Milna 1st Bite Day dalam pemberian MP-ASI yang tepat, guna memenuhi zat gizi spesifik yang dibutuhkan Si Kecil untuk berkembang secara optimal baik dari segi fisik ataupun kognitif, bisa berperan dalam mengatasi masalah gizi kompleks yang ada. Karena hal ini sejalan dengan tanggung jawab sosial Kalbe yaitu untuk mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby-Kalbe Nutritionals. (dri)