CCAI-Quiksilver Indonesia Gelar Bali’s Big Eco Weekend 2016

471

LEGIAN, BALI (IndonesiaTerkini.com)- Bali merupakan gerbang bagi sebagian besar turis asing mengunjungi Indonesia, serta merupakan tujuan wisata populer bagi pariwisata lokal. Berangkat dari kepedulian atas permasalahan sampah di Bali, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Quiksilver Indonesia (QS) mengambil langkah nyata dalam membantu menjaga Bali agar tetap bersih dan hijau, dengan menginisiasikan program Bali Beach Clean Up (BBCU) di tahun 2007 –sebuah program bersih-bersih pantai yang dilakukan secara rutin setiap harinya di lima pantai ternama di Bali.

Presiden Direktur CCAI, Kadir  Gunduz mengatakan, permasalahan sampah di pantai-pantai di Bali merupakan permasalahan yang kerap  ditemukan di berbagai tempat di seluruh Indonesia, permasalahan yang merupakan tanggung jawab dari seluruh lapisan masyarakat. Sejak tahun 2007, Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver mencanangkan Bali Beach Clean Up untuk menunjukkan bahwa korporasi dapat menjadi solusi, terutama di area di mana mereka beroperasi.

“Kami percaya semangat positif di balik BBCU dapat menular, dan kami berharap akan semakin banyak orang maupun organisasi yang akan berkontribusi dalam memperbaiki lingkungan hidup,” ujar Kadir Gunduz dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/8/2016).

Melalui BBCU, CCAI dan QS membersihkan 9,7 kilometer garis pantai di Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, dan Kedonganan setiap harinya dengan mempekerjakan 78 kru, dan menyediakan fasilitas berupa 150 tempat sambah baru setiap tahunnya, 4 traktor, 2 barber  surf rake, dan 3 truk sampah untuk mendukung operasional para kru pembersih pantai.

Hasilnya, hingga saat ini BBCU telah berhasil mengumpulkan sampah sebanyak lebih dari 31 juta kilogram sampah dari ke lima pantai tersebut sejak awal dimulainya program ini tahun 2007. Tentu saja, keberhasilan program BBCU tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara CCAI, QS, pemerintah Bali, dan para pemimpin masyarakat setempat.

Seiring dengan berjalannya BBCU, CCAI dan QS melihat adanya korelasi antara pantai yang semakin bersih dengan semakin meningkatnya jumlah penyu yang bertelur di wilayah pantai tersebut. Oleh sebab itu, di tahun 2010, CCAI dan QS mendukung pengembangan Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC) di mana selama 6 tahun pertama CCAI dan QS mendukung KBSTC terlihat peningkatan yang signifikan jumlah telur yang menetas, yaitu sebanyak 122.230 telur dari sebelumnya yang hanya mencapai 1.947 telur penyu. Secara keseluruhan, KBSTC telah melepaskan 130.000 tukik kembali ke habitatnya sebagai hasil komitmen CCAI dan QS terhadap keberlanjutan satwa lokal.

Bali’s Big Eco Weekend 2016 menampilkan perkembangan dari program BBCU dan mencoba untuk menginspirasi sesama untuk berpikir dan melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui berbagai aktivitas ramah lingkungan seperti Padma Challenge, #ROXYFitness 3K Run, #ROXYFitness Yoga, Coke Kicks, Lifesavers Race, Beach Clean Up dan yang paling ditunggu-tunggu, pelepasan tukik.

“Hari ini, kami mengundang masyarakat dan turis di Bali untuk berpartisipasi dan menyaksikan pelepasan 1.000 tukik kembali ke habitatnya, dan berharap agar kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai konservasi penyu,” ujar Paul Hudson, CEO Quiksilver South Pacific. (red)