BEI Gelar Investival 2017 di Surabaya

173
(Tengah) Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf di acara Pembukaan Investival 2017 di Surabaya

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Dalam upaya meningkatkan literasi, sosialisasi dan edukasi yang tepat sasaran kepada masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda beda, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menyusun dan mengembangkan berbagai kegiatan atau program untuk menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal. Salah satu upaya meningkatkan literasi pasar saham adalah kegiatan Indonesia Investment Festival (Investival) 2017. Dengan tema “Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal Demi Masa Depan yang Lebih Baik”, di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alvino Kianjaya disela sambutannya pada pembukaan Investival 2017 mengakui, pihaknya terus memberikan pengetahuan kepada masyarakat, baik mereka yang sudah berinvestasi, maupun yang belum mengenal dunia investasi. “Even ini luar biasa, BEI sudah menghadirkan kantor-kantor perwakilan, termasuk di Jatim khususnya Surabaya,” jelasnya, Jumat (27/10/2017).

Disamping itu, BEI juga menyasar generasi muda dengan membentuk Galeri Investasi yang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia. Saat ini, total Galeri Investasi yang sudah dimiliki BEI sebanyak 313, dan Jatim tercatat memiliki Galeri Investasi terbanyak, yakni 46 Galeri. “Luar biasa, antusias Perguruan Tinggi untuk kerjasama dan mau berinvestasi,” imbuhnya.

Kepala Regional 4 OJK Heru Cahyono mengapresiasi acara Investival 2017 yang berlangsung selama tiga hari ini. Dikatakannya, melijat perkembangan dua tahu kebelakang ini, level IHSG selalu meningkat, bahkan 26 Oktober 2017 IHSG sempat tembus pada level 6.025,43. “Mudah mudahan peningkatan ini mencerminkan persepsi investor khususnya luar negeri terhapap fundamental dan kinerja emiten di Indonesia,” papar Heru.

Namun Heru masih menyayangkan, karena sebagian besar saham atau investasi didominasi oleh asing, tepatnya 60 persen. Sehingga pihaknya mendorong dan mendukung BEI untuk meningkatkan jumlah investor domestik. “Apakah sebagian masyarakat belum familiar dengan Pasar Modal, ataukah memiliki anggapan transaksi di Pasar Modal ini adalah orang yang berduit dan berpendidikan tinggi dan beresiko,” terangnya.

Diakuinya, pemahaman masyarakat terkait pasar modal masih minim. Tingkat literasi pasar modal sebesar 4,4 persen, sedangkan literasi perbangkan 28,9 persen dan asuransi 15 persen.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf menjelaskan, di Jawa Timur sendiri, jumlah investor asing masih sebesar 49 persen, sehingga masih didominasi investor domestik. Meski demikian, pihaknya berharap ada peningkatan investor domestik. “Tantangan kita, Jatim harus tingkatkan investor domestik. Kita juga perlu antisipasi pengusaha muda yang menggunakan teknologi canggih,” tegasnya.

Pada acara Investival 2017, terdapat pameran, talk show inapiratif, games yang menarik, serta format acara unik yang dikemas dalam kegiatan Kumpul Beli Saham Rame Rame (Kumpul Besar). Serta Stocklab Competition, Stand Up Comedy, dan Face Painting. (dri)

BAGIKAN