Bank Indonesia Luncurkan 11 Pecahan Uang Baru dengan Gambar Pahlawan

498

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Bank Indonesia meluncurkan uang rupiah baru tahun emisi 2016 yang terdiri dari 7 pecahan uang rupiah kertas dan 4 pecahan uang rupiah logam dengan gambar sejumlah pahlawan.

Hestu Wibowo, Kepala Divisi Sistim Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI KPW Jatim, mengatakan untuk uang rupiah desain baru ada 11, karena terdapat satu pecahan yang didalamnya memuat dua gambar pahlawan.

“BI menerima penukaran uang baru semua pecahan itu dengan memberlakukan pembatasan. Uang baru itu pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sedangkan pecahan rupiah logam terdiri Rp500, Rp200, dan Rp100,” ujarnya, Senin (19/12/2016).

Adapun para pahlawan yang diabadikan dalam uang baru-uang baru itu adalah Presiden pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dalam pecahan Rp100.000.  Kemudian Djuanda Kartawidjaja pada pecahan Rp50.000, gambar Sam Ratulangi dalam pecahan uang kertas Rp20.000.

Pahlawan nasional Frans Kaisepo menjadi gambar utama dalam uang kertas pecahan Rp10.000. KH Idham Chalid pada uang kertas Rp5.000, Mohammad Hoesni Thamrin pada uang pecahan Rp2.000, Tjut Meutia pada yang kertas Rp1.000.

I Gusti Ketut Pudja untuk uang logam Rp1.000, TB Simatupang pada uang logam Rp500, Tjiptomangunkusumo pada uang logam Rp200 dan gambar Herman Johannes pada uang logam pecahan Rp100.

Sementara itu, Budi Widihartanto, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Jatim, menambahkan, pengedaran uang baru emisi tahun 2016 pada masyarakat memang masih relatif sangat terbatas.

“Tapi dalam waktu yang tidak terlalu lama kami akan mendistribusikan uang baru ini pada perbankan di seluruh wilayah di Jatim,” kata Budi.

Untuk saat ini, lanjut Budi, BI lebih menekankan pada sosialisasi uang baru ini. “Kami berharap masyarakat bersabar, karena uang-uang ini akan dishare ke seluruh masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya.

Budi menegaskan, uang lama masih tetap berlaku, sehingga masyarakat tidak perlu tergesa-gesa untuk menukarkan uang baru.

“Kami mohon maaf kalau belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, karena untuk penukaran uang baru memang masih terbatas, karena stoknya juga masih terbatas,” tutupnya. (dri)