Bank Indonesia Gelar Fun Rally GNNT 2017

164

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Dalam rangka mendorong awareness masyarakat terhadap Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan PT Jasamarga Surabaya Gempol menyelenggarakan Fun Rally GNNT 2017. Fun Rally GNNT 2017 adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan dan merupakan kedua kalinya pasca diselenggarakan pada tahun 2016 sebagai bentuk komitmen berbagai pihak terhadap GNTT.

Kegiatan ini dilepas secara langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, dan Pimpinan Perbankan Jawa Timur yang tergabung dalam HIMBARA di Lapangan Parkir Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Fun Rally GNNT 2017 diikuti oleh 400 kendaraan dari berbagai komunitas otomotif di Kota Surabaya dan sekitarnya. 400 kendaraan tersebut dibagi menjadi dua kelompok besar yang melewati dua rute berbeda, dimulai dari Bank Indonesia dan Royal Residence Wiyung Surabaya menuju lokasi finish di Taman Dayu Pasuruan.

Menurut Difi, Fun Rally GNNT 2017 merupakan kampanye GNNT untuk mendukung implementasi pembayaran non tunai pada semua ruastol di seluruh Indonesia yang akan diterapkan pada Oktober 2017 oleh pemerintah. “Elektronifikasi pembayaran tol memiliki manfaat baik bagi pengguna, maupun bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau operator. Dari sisi pengguna, penggunaan non tunai di jalan tol akan mempercepat proses dan menimbulkan rasa aman dalam bertransaksi,” ujarnya, Minggu (23/7/2017).

Manfaat bagi BUJT, elektronifikasi pembayaran akan menurunkan paling tidak 4 risiko, yaitu:

  • Risiko fraud karena masih ada proses manual yang dilakukan oleh manusia;
  • Risiko kesalahan penghitungan penerimaan dan pengembalian;
  • Risiko penerimaan uang palsu; dan
  • Risiko keamanan sewaktu pengumpulan uang tunai, selain tentunya mengurangi biaya operasional cash handling.

“Sejalan dengan berbagai kampanye GNNT yang dilakukan, diharapkan penetrasi penggunaan non tunai di Jalan Tol dapat meningkat. Sebagai informasi, di Provinsi Jawa Timur, penetrasi pembayaran tol non tunai di jalur Surabaya-Gempol masih beradapada kisaran 15-17%. Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Badan Usaha Jalan Tol secara aktif memberikan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai kepada masyarakat sekaligus mengedukasi kewajiban pengguna jalan tol untuk memakai uang elektronik sehingga dapat mewujudkan less cash society di Provinsi Jawa Timur,” tutupnya. (dri)

BAGIKAN