Baby Happy Tanamkan Pentingnya Peran Ayah dalam Perkembangan Anak

457
Baby Happy gelar Talkshow “Aku dan Ayah Happy Day’s Out” di Atrium Royal Plaza Surabaya, Minggu (11/12/2016)

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Peran ayah dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sangatlah penting, baik fisik maupun psikologisnya. Karena, peran ayah sama pentingnya dengan peran ibu yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan balita.

Demikian tema yang mengemukan dalam Talkshow “Aku dan Ayah Happy Day’s Out”, yang diselenggarakan Baby Happy di Atrium Royal Plaza Surabaya, Minggu (11/12/2016). Talkshow ini menghadirkan artis peran, Dude Harlino selaku Brand Ambassador Baby Happy, Psikolog anak dan pengajar Universitas Brawijaya Malang, Ari Pratiwi, dan Marketing Manager Baby Happy, Julie Widyawati.

Dalam kesempatan ini, Ari Pratiwi memaparkan, perlu usaha dan komitmen dari orangtua demi tumbuh kembang anak yang optimal terutama pada masa emas anak (0-5 tahun).

Pola asuh ayah kepada anaknya bisa dikatakan lebih menyenangkan karena gaya pengasuhan anak lebih ke arah bermain dan memberi tantangan fisik kepada balita. Maka dari itu, diperlukan kerja sama dan kekompakan antara ayah dan ibu agar sang buah hati bertumbuh dan berkembang baik secara fisik dan psikologis. Tidak hanya tugas seorang ibu dalam membesarkan anak di rumah, tetapi peran ayah sangat besar dalam sebuah keluarga selain mencari nafkah.

Ibu dan ayah saling mempengaruhi satu sama lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Ayah secara tidak langsung mempengaruhi hubungan dalam keluarga ketika ayah memediasi dan memodifikasi hubungan ibu-anak.

Misalnya ketika ibu marah pada anak, ayah memediasi dengan cara mengajari anak meminta maaf pada ibu. Bila secara tidak langsung saja ayah memiliki peran terhadap pengasuhan, maka secara langsung ayah dalam pengasuhan sangat penting. Selama empat dekade, terjadi peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda dalam menstimulasi perkembangan anak.

Masih menurut Ari Pratiwi, peran ayah dalam pengasuhan meliputi economic provider, yakni pencari nafkah, penyedia kebutuhan ekonomi. Lalu friend & playmate, yaitu teman barmain.

“Ayah cenderung lebih terlibat dalam hal bermain yang bersifat fisik, sedangkan ibu lebih kepada verbal. Bermain bersifat fisik paling sering dilakukan ayah pada anak berusia 2-5 tahun. Ayah lebih terlibat dalam bermain di luar dan berkaitan dengan melakukan pekerjaan di sekitar seperti membetulkan barang yang rusak. Itu lebih terlibat pada hal-hal berkaitan penyelesaian tugas rumah angga, tugas sekolah seperti membaca, bermain dengan mainan, pekerjaan tangan,” jelasnya.

Kemudian caregiver, yakni ayah perlu bersikap hangat, penuh kasih sayang dan mengayomi sehingga anak merasa nyaman. Sentuhan fisik seperti pelukan juga dapat diberikan oleh ayah.

Berikutnya ialah teacher & role model. Dijelaskan Pratiwi, baik anak laki-laki maupun perempuan akan menjadi ayah sebagai panutan peran mereka. Pada anak laki-laki bagaimana mereka akan bersikap memperlakukan mereka.

“Ayah juga mengajarkan bagaimana anak seharusnya bersikap. Dalam hal ini, ayah lebih mengajarkan dalam hal kemandirian, bersikap tegas, ketangguhan, dan keberanian. Ibu lebih mengajarkan hal baik hati dalam bergaul, mengasuh,” katanya menjelaskan.

Terakhir ialah monitor & disciplinary. Pratiwi memaparkan, ayah adalah penegak disiplin dan pengawas perilaku anak. Seharusnya ayah juga turut mengamati perkembangan perilaku anak, sehingga dapat menegakkan disiplin ketika mulai tampak tanda-tanda penyimpangan.

Marketing Manager Baby Happy, Julie Widyawati ikut menjelaskan bahwa interaksi yang intensif antara orangtua, khususnya ayah dengan bayi akan menciptakan adanya keseimbangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi adalah penting untuk seorang anak tumbuh menjadi anak hebat.

Oleh karena itu, Baby Happy mengajak para ayah senantiasa berkomunikasi dan berinteraksi, baik secara verbal maupun non verbal, salah satunya adalah dengan menggantikan popok bayi,” ujarnya.

Sementara Dude Harlino mengaku tidak segan untuk mengganti popok anaknya, Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino atau dipanggil Rendra, yang sekarang sudah berusia 20 bulan.

Dia sangat paham bahwa ayah mengambil peran besar bagi perkembangan dan tumbuh kembang anak. “Urusan mengasuh anak, saya juga ingin mengambil peran besar di dalamnya, Di tengah kesibukan sehari-hari, bukan alasan untuk tidak bermain dengan anak, family always come first,” katanya.

Dia juga tak jarang mengajak anaknya aktif bergerak dengan bermain bola atau apapun yang membuat fisiknya bergerak.”Saya selalu menyiapkan waktu untuk anak di tengah kesibukan, meski durasinya tidak lama. Kalau saya jauh, bisa video call,” tutupnya. (dri)

BAGIKAN