Kurangnya Tenaga Terampil Jadi Tantangan Adopsi AI
![]() |
Vice President APAC & GCC di Braze, Shahid Nizami memberikan sambutan ada acara Grow with Braze di Java Ballroom, Hotel Westin, Jakarta, Rabu (27/8/2025) |
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2030, dengan potensi mencapai US$ 210–360 miliar. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional, berbagai perusahaan semakin terdorong untuk menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mengubah cara mereka semakin terhubung dengan pelanggan. Namun, adopsi AI masih menjadi tantangan bagi bisnis di Indonesia. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya tenaga terampil yang mampu menjembatani keahlian teknis dengan kebutuhan bisnis. Kesenjangan talenta ini sangat terasa dalam penerapan AI untuk customer engagement, sehingga banyak perusahaan belum mampu merasakan manfaat penuh dari teknologi AI.
Untuk mendukung kesiapan talenta digital Indonesia, Braze, platform customer engagement memperkenalkan program sertifikasi yang diakui secara global dan akan menyediakan 1.000 sertifikasi Braze gratis bagi para talenta Indonesia. Melalui inisiatif ini, peserta dapat memilih dari dua jalur pembelajaran yakni Braze Practitioner Learning Path, yang membekali tenaga profesional di bidang pemasaran dengan pengetahuan dasar tentang customer engagement di berbagai platform, pembuatan kampanye brand, dan segmentasi audiens. Sedangkan yang kedua, Braze Customer Engagement Learning Path, yang dirancang untuk membantu para profesional menguasai strategi siklus hidup pelanggan, mengembangkan kampanye yang efektif, serta memanfaatkan data dan teknologi untuk menciptakan pengalaman pengguna yang relevan.
Vice President APAC & GCC di Braze, Shahid Nizami mengatakan, Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling dinamis di kawasan Asia Tenggara, dan menjadi pasar yang penting bagi Braze. Seiring dengan misi transformasi digital di Indonesia, perusahaan melihat peluang besar untuk memanfaatkan AI dalam memperkuat hubungan antara bisnis dan pelanggan. “Untuk itu, komitmen kami untuk berinvestasi dalam perjalanan pengembangan digital Indonesia tetap kuat. Menyusul peluncuran data center lokal kami sebelumnya, kami juga menghadirkan best practice global dan solusi inovatif yang membantu perusahaan serta UMKM di Indonesia memberikan pengalaman pelanggan dengan lebih personal, relevan, real-time, dan aman, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka dan berkontribusi bagi pertumbuhan digital nasional,” kata Shahid, Rabu (27/8/2025).
Dengan membekali para tenaga profesional lokal dengan keterampilan baru, Braze mendukung agenda transformasi digital nasional Indonesia dan tujuannya untuk membangun tenaga kerja digital dalam negeri. Inisiatif ini sejalan dengan Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 20302, yang merinci enam pilar strategi digital Indonesia, yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, regulasi, inovasi, investasi, dan keamanan siber; seluruh area di mana solusi dan keahlian Braze dapat memberikan nilai tambah.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin menyatakan kehadiran Braze di Indonesia menunjukkan kepercayaan terhadap potensi digital Indonesia yang besar dan mendukung prioritas utama pemerintah dalam pengembangan UMKM, literasi digital, inklusi keuangan, serta efisiensi layanan publik. “Kami juga mengapresiasi inisiatif perusahaan dalam menyediakan 1.000 sertifikasi gratis bagi para tenaga profesional Indonesia. Kami percaya ini merupakan peluang berharga untuk membangun talenta digital yang terampil, mendukung tujuan bersama kita dalam menciptakan ekonomi digital yang kompetitif dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Country Director Braze Indonesia, Franz Sihaloho menambahkan pengembangan talenta digital sama pentingnya dengan pengembangan teknologi itu sendiri. Melalui program Sertifikasi Braze, pihaknya membekali para pemasar, developer, dan para tenaga strategi digital Indonesia dengan keterampilan customer engagement berbasis AI yang diakui secara global. “Inisiatif ini tidak hanya untuk membantu para profesional Indonesia dalam mengembangkan karir mereka, tetapi juga memperkuat kesiapan tenaga kerja digital Indonesia, sekaligus memastikan bahwa bisnis dari berbagai skala memiliki keahlian yang mereka butuhkan untuk berkembang dalam ekonomi digital saat ini dan di masa depan,” kata Franz. (ym)